Jika dilihat dari ukuran heather, semakin panjang heather maka tentu saja Power akan semakin besar.
Berikut ukuran yang biasa direkomendasikan untuk penggunaan Heater dan Aquarium yang benar adalah :
Atau disesuaikan dengan Indikator di bawah ini :
![]() |
| Indikator Pemasangan Heater Aquarium |
Cek benar-benar kondisi awal heater yang baru dibeli biasanya ada peringatan instalasi pada manual book ada petunjuk berupa :
"Check Glass or Cable has not been damaged in transit before installing heater". yang terjemahan bebas artinya kurang lebih begini: silakan kita cek kondisi gelas kaca dan kabel dari heater tersebut agar tidak ada kerusakan dan kebocoran.
Atur Adjuster dengan memperhatikan temperatur scale (temperatur sekala) sesuai dengan kebutuhan dan ukuran dari volume air dalam aquarium.
![]() |
| Pengaturan temperatur scale heather Aquarium |
Letakan heater pada posisi yang tepat yaitu di area yang dapat membagi sumber air hangat kesekitar Aqurium, juga perlu diperhatikan peletakan Heater tidak menghalangi pandangan mata pada isi dan keindahan Aquarium. Letakan heater dipojok belakang disekitar arus Aerator yang mengalir. Tujuannya agar suhu air hangat dapat terdisitribusi keseluruh penjuru Aquarium, oleh arus dari aerator yang mengalirkan air dan gelembung udaranya.
Demikian cara menggunakan heater atau penghangat aquarium agar ikan terawat, pertumbuhan ikan kita lebih baik dan maksimal, Semoga bermanfaat. Terimakasih.
![]() |
| Kios ikan hias Sumenep |
![]() |
| Sentra Ikan Hias Cengkareng |
![]() |
| Foto: Wisata Jakarta - Panduan Wisata |
http://jakarta.panduanwisata.id/jakarta-pusat/4-tempat-berburu-ikan-hias-di-jakarta/
1. Cacing Jangkar
Tanda-tanda:
• Ada goresan pada kulit ikan.
• Bengkak dan berwarna hijau keputih-putihan yang terdapat pada kulit ikan.
• Muncul peradangan pada ikan.
ikan dimasukkan ke dalam akuarium yang terinfeksi oleh ikan lain, jangkar cacing muda adalah hewan kecil berkulit keras yang masuk ke dalam kulit dan menginfeksi otot-otot dalam ikan. Dari sini, mereka mulai berkembang biak sebelum mereka mati dan meninggalkan luka yang dapat menyebabkan infeksi.
Treatment:
metode umum yang biasa digunakan adalah menghilangkan parasit dan membersihkan luka dengan antiseptik seperti iodine, dan juga meletakkan ikan air tawar ke dalam media air asin (35ppt) selama 5 menit dalam beberapa hari hingga parasit tersebut hilang.
2. Cacing di tubuh
Tanda-tanda:
• Ada goresan pada kulit ikan.
• Banyak lendir yang membungkus insang ikan
• Insang pada ikan bergerak dengan cepat.
• Makananny keluar dari insang.
• Kulitnya memerah.
• Note: Ikan yang pucat mengakibatkan siripnya terkulai, respirasinya cepat, atau perut berongga menunjukkan indikasi yang lebih luas.
Penyebab:
Kondisi lingkungan yang tidak layak – airnya kotor, terlalu padat, dan stress yang diakibatkan oleh spesies- menciptakan kondisi yang dapat menyebabkan wabah yang merusak. Cacing (cacing pipih sebesar 1mm) sering hadir dalam akuarium namun tetap berbahaya dalam kondisi ideal. Cara pencegahan paling baik adalah menghindari kondisi stress pada ikan, tetapi setelah wabah terjadi, pengobatan yang tepat sangat penting.
Perawatan:
Tetra Parasite Guard® dengan praziquantel sangat efektif namun dalam penggunaannya harus dikontrol sesuai petunjuk. 1 tablet per 10 galon (10 galon = 19 lt). Hilangkan karbon yang aktif dan ulangi setelah 48 jam. Dalam perawatan harus sering mengganti air. Infeksi sekunder juga umum dan dapat diobati dengan antibiotik atau obat umum seperti Lifeguard ® atau Fungus Guard ®.
3. Cacing Pada Insang
tanda-tanda:
• Menginfeksi kulit dan insang ikan.
• Similar to ich, but telltale sign is movement and possibly eye spots, something that is not found in ich. Use magnification lens to observe.
• Apabila insangnya rusak, maka ikan akan mati.
Penyebab:
Kondisi lingkungan yang tidak layak – airnya kotor, terlalu padat, dan stress yang diakibatkan oleh spesies- menciptakan kondisi yang dapat menyebabkan wabah yang merusak. Cacing (cacing pipih sebesar 1mm) sering hadir dalam akuarium namun tetap berbahaya dalam kondisi ideal. Cara pencegahan paling baik adalah menghindari kondisi stress pada ikan, tetapi setelah wabah terjadi, pengobatan yang tepat sangat penting.
Perawatan:
Tetra Parasite Guard® dengan praziquantel sangat efektif namun dalam penggunaannya harus dikontrol sesuai petunjuk. 1 tablet per 10 galon (10 galon = 19 lt). Hilangkan karbon yang aktif dan ulangi setelah 48 jam. Dalam perawatan harus sering mengganti air. Infeksi sekunder juga umum dan dapat diobati dengan antibiotik atau obat umum seperti Lifeguard ® atau Fungus Guard ®.
4. Sirip Yang Terjepit
Tanda-tanda:
• Sirip yang terlipa pada tubuh dan tidak menyebar seperti yang seharusnya.
• Ikan tampak lesu.
Penyebab:
Tidak menunjukkan satu penyakit tertentu. Bisa menjadi refleksi dari berbagai masalah, termasuk kualitas air yang buruk dan / atau parasit. Penting untuk menentukan masalah khusus dalam rangka untuk mengobati ikan dengan benar.
Perawatan:
Pertama lakukan test pada air akuarium untuk memeriksa kualitas air secara keseluruhan dan melakukan perubahan air parsial untuk memastikan kondisi sehat. Jika sirip yang terjepit adalah hasil dari infeksi, maka pengobatan serbaguna seperti Lifeguard® or Fungus Guard® merupakan acuan pengobatan pertama. Cobalah tambahkan 1 tbs garam pada akuarium per gallon akan membantu mencegah sirip yang terjepit.
* Selalu hilangkan karbon aktif sebelum memberikan perawatan apapun.
5. Dropsy
Tanda-tanda:
• Menggembung.
• Sisik mencuat.
Penyebab:
Infeksi bakteri pada ginjal yang menyebabkan gagal ginjal. Hal tersebut hanya muncul pada ikan yang lemah yang mungkin berasal dari kondisi akuarium yang buruk.
Perawatan:
Terdapat beberapa perawatan eksternal: pencegahan dengan rutin mengganti air, mempertahankan kimia akuarium ideal dan menambahkan garam akuarium sangat dianjurkan. Pemberian Antibiotic sangat efektif juga, tetapi beberapa antibiotik spektrum dapat membantu seperti Tetra Fungus Guard®.
6. Kutu
Tanda-tanda:
Bintik-bintik merah pada ikan menunjukkan peradangan.
• Ikannya gelisah.
• Biasanya ikan akan menggosokkan sisik pada kaca akuarium atau objek lain yang ada di sekitarnya untuk menghilangkan kutu di badannya.
• Tanda-tanda lainnya: Kutu memiliki delapan kaki seperti kepiting kecil bewarna pucat. Mereka muncul dengan bentuk pipih, titik oval gelap dan merangkak pada ikan
• Kutu menggunakan pengisap untuk melekat pada ikan. Kemudian mereka menembus kulit dan tumbuh disana.
Penyebab:
Biasanya terjadi pada ikan yang sebelumnya tinggal di kolam / luar akuarium kemudian dipindahkan ke akuarium. Kutu ikan juga bisa muncul akibat adanya ikan baru dalam akuarium. Kutu hinggap dari satu ikan ke ikan lainnya, menyebarkan bakteri an virus, sehingga sekali kutu tersebut berada pada akuarium, anda harus memusnahkan kutu tersebut.
Perawatan
Cara umum yang digunakan untuk menghilangkan parasite adalah menghilangkan dan membersihkan lukanya dengan antiseptic seperti iodine. Cara lain yang umum adalah membersihkan ikan air tawar menggunakan air laut (35ppt) selama 5 menit dan lakukan dalam beberapa hari hingga parasit hilang, atau gunakan formalin.
7. Jamur
Tanda-tanda:
• Awalanya muncul tanda bewarna abu-abu atau keputihan yang tumbuh di dalam atau di luar kulit dan/atau pada sirip.
• Jamur yang tidak diobati akan tumbuh menyerupai kapas.
• Biasanya, jamur yang tidak diobati dan kemudian memakan tubuh ikan, maka lama-kelamaan ikan akan mati.
• Penyebab:
Ikan yang ditumbuhi jamur memiliki keadaan yang rentan terhadap penyakit serius pada ikan seperti parasit, infeksi oleh bakteri, dan luka pada fisik.
Perawatan:
Banyak infeksi bakteri yang salah didiagnosis sebagai jamur, sehingga pengobatan umum yang dilakukan menggunakan fungicide dan antibiotik. Tetra Fungus Guard® mengandung malachite green dan formalin; Obati dengan satu tablet per 10 gallons sekali setiap 4 hari hingga gejalanya hilang. Hilangkan karbon aktif dan melakukan penggantian air parsial selama perawatan.
8. Kutu Pada Insang
Tanda-tanda:
• Ikan tampak terengah-engah di permukaan air.
• Insang tampak terbuka.
Penyebab:
Ditularkan oleh ikan yang sudah terinfeksi kutu pada insang. Kutu kecil tinggal pada insang kemudian menyerang ikan dengan menyerap darah dan memakan dagingnya.
Perawatan:
Tetra Parasite Guard® dengan praziquantel sangat efektif tetapi harus berhati-hati dalam penggunaannya. Satu tablet per 10 gallon. Hilangkan karbon aktif dan ulangi setelah 48 jam, lakukan perubahan air parsial selama perawatan. Infeksi sekunder juga umum dan dapat diobati dengan antibiotik atau obat umum seperti Lifeguard® or Fungus Guard®.
9. Pendarahan Septicemia
Tanda-tanda:
• Berbagai gejala yang berbeda dapat terjadi, meskipun beberapa ikan tidak menunjukkan gejala eksternal.
• Pendarahan organ internal, kulit dan otot.
• Mata melotot.
• Perut menggembung.
• Memar dan tampak kemerahan pada mata, kulit, insang, sirip.
• Ada luka.
• Perilaku yang tidak biasa.
Penyebab:
Infeksi terjadi karena ikan yang sudah terinfeksi terlebih dahulu oleh virus yang bernama Viral hemorrhagic septicemia virus (VHSV or VHSv) dan ikan tersebut dimasukkan pada akuarium yang masih alami.
Treatment:
Tidak ada obat untuk virus ini. Terkadang perawatan sekunder menggunakan perawatan umum seperti menggunakan Lifeguard® akan memperkecil kematian. Tambahkan satu tablet Lifeguard setiap 5 gallon dan obati selamai 5 hari berturut-turut. Hilangkan karbon aktif dan lakukan perubahan air parsial selama perawatan.
10. Ick / White spot
Tanda-tanda:
• Tempat yang menyerupai butir garam atau pasir putih pada kulit
• Mungkin agak besar butir garam / pasir putih pada kulitnya.
• Menggaruk terhadap benda karena iritasi kulit.
• Sirip yang menempel.
• Ikan terengah-engah saat di permukaan air.
Treatment:
Tetra Ick Guard®. Gunakan satu tablet per 10 gallons, hilangkan karbon aktif dan ulangi setelah 24 jam; lakukan perubahan air parsial selama perawatan. Ulangi hingga gejalanya hilang. Infeksi sekunder juga biasa terjadi dan bisa diatasi dengan antibiotik biasa seperti Lifeguard® or Fungus Guard®. Temperature yang sesuai dan kualitas air yang bagus akan membantu menghilangkan infeksi, dengan tambahan menggunakan garam pada akuarium.
11. Sirip Ekor Lusuh
Tanda-tanda:
• Adanya kerusakan pada ekor dan/atau sirip.
• Sirip robek dan warnanya dapat memudar.
Penyebab:
Infeksi oleh bakteri menyebabkan ekor dan sirip ikan menjadi terluka- menggigit ikan lain dalam satu akuarium—khususnya akuarium dengan kondisi yang buruk.
Perawatan:
Pertama test air pada akuarium untuk mengetahui kualitas air secara keseluruhan dan lakukan perubahan air parsial untuk memastikan kondisi air yang lebih sehat. Apabila sirip ikan tetap terjepit bisa menggunakan perawatan seperti Lifeguard® or Fungus Guard® . Coba tambahkan 1 tbs. Garam pada akuarium per gallon akan membantu mengobati sirip yang terjepit.
*Selalu hilangkan karbon aktif sebelum melakukan perawatan.
12. Ekor, Sirip, dan Mulut Membusuk
Tanda-tanda:
• Sebuah kerusakan terjadi pada ekor dan/atau sirip.
• Sirip menjadi terkoyak dan warnanya memudar.
Penyebab:
Infeksi bakteri menyebabkan ekor, sirip, dan mulut pada ikan membusuk—khususnya akuarium dengan kondisi yang buruk.
Treatment:
Pertama test air pada akuarium untuk mengetahui kualitas air secara keseluruhan dan lakukan perubahan air parsial untuk memastikan kondisi air yang lebih sehat. Apabila sirip ikan tetap terjepit bisa menggunakan perawatan seperti Lifeguard® or Fungus Guard® . Coba tambahkan 1 tbs. Garam pada akuarium per gallon akan membantu mengobati sirip yang terjepit.
*Selalu hilangkan karbon aktif sebelum melakukan perawatan
Note: Silahkan berkonsultasi juga pada pakar / dokter hewan di sekitar anda untuk mendapatkan diagnosa dan cara perawatan yang tepat.
![]() |
| Kualitas Air Aquarium Ikan Hias |
B. Kesadahan (HD) Air
Kesadahan air (hardness) menunjukan kandungan mineral, berupa kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan seng (Zn) di dalam air. Jika kandungan unsur mineral tersebut tinggi, air dianggap bersifat hardness atau keras. Jika kandungan mineral rendah, air dianggap softness atau lunak. Tinggi rendahnya kesadahan air sangat dipengaruhi oleh unsur mineral dalam tanah tempat air tersebut berada. Sebagai contoh, jika air mengalir pada sungai yang tanahnya mengandung banyak kalsium, air tersebut dapat dikategorikan memiliki kesadahan keras karena unsur kalsiumnya sangat kuat.
Kesadahan air dan pH merupakan unsur yang berbeda, tetapi memiliki keterkaitan yang erat. Biasanya air yang ber-pH basa, kesadahan airnya tergolong tinggi. Sebaliknya, air yang ber-pH asam, kesadahannya rendah. Ini bisa kita lihat pada tabel tingkat Kesadahan Air berdasarkan Kandungan Kalsium di bawah ini:
Ikan hias rata-rata memiliki kesadahan air antara 8-10 HD. Menurunkan kesadahan air dapat dilakukan dengan menambah aquades. Contohnya, untuk menurunkan kesadahan air dari 20 HD menjadi 8 HD tambahkan 12 bagian aquades untuk setiap 8 bagian air. Perhitungannya adalah 20=8 = 12 bagian aquades + 8 bagian air.
Lalu bagaimana mengukur kesadahan air? Biasanya pengukuran kesadahan air dilakukan dengan alat ukur yang disebut salinity tester. Alat ini bisa digunakan untuk mengukur kandungan magnesium dalam kalsium di dalam air. Kesadahan air juga dapat diketahui secara manual, yakni dengan cara langsung mencicipi air. Jika tidak terasa asin padahal airnya sudah dibubuhi garam, kesadahan air bersifat medium (5-8 HD). Namun, jika terasa payau sebelum dibubuhi garam, kesadahannya termasuk keras (11-15 HD).
C. Oksigen Terlarut
Sebagian besar ikan membutuhkan oksigen (O₂) terlaru dalam air sebanyak 3 mg/l. Idealnya, batas minimal kandungan oksigen terlarut untuk pertumbuhan ikan adalah 5 mg/l. Meskipun demikian, ikan hias masih dapat hidup dibawah batas minimal tersebut. Konsekuensinya nafsu makannya akan menurun dan pertumbuhannya terhambat.
Untuk mengatasi berkurangnya jumlah ogsigen terlarut di dalam air perlu dilakukan cara-cara sebagai berikut :
1. Mekanik
Cara mekanik ini dengan menggunakan aerator atau alat sirkulasi air (pompa) yang mampu memutar oksigen dari udara ke dalam air secara cepat dan dalam jumlah besar. Intinya, aerator berfungsi untuk meningkatkan intensitas pertukaran air sehingga kualitas air dapat terjaga.
2. Kimia
Meskipun jarang digunakan, salah satunya dengan pemberian superfosfat telah terbukti mampu merangsang pertumbuhan fitoplankton baru yang dapat membantu proses fotosintesis.
3. Biologi
Cara ini dilakukan dengan menjaga keseimbangan kandungan oksigen antara tumbuhan penghasil oksigen dan organisme pengguna oksigen. Perlu diperhatikan antara jumlah Tanaman air di dalam aquarium dengan jumlah ikan di dalamnya.
Demikianlah sahabat pencinta ikan hias, tentang cara membuat dan menjaga air berkualitas untuk ikan hias kesayangan andan. Terimakasih sudah bekerkunjung dblog ini. semoga bermanfaat.
![]() |
| Tanaman Hias Aquascape |
Berikut ini beberapa jenis tanaman hias untuk aquascape yang sering kita jumpai ;
Ludwigia sp white
Ludwigia glandolosa peranis
Ludwigia senegalensis
Ludwigia var cuba
Ludwigia green
Limnophelia aromatica
Hygrophila arguia
Nesaea peducellata golden
Rotala bangladesh
Rotala Vietnam
Pagoestemon Octopus.
Aneka-Peliharaanhias–Indonesia-Nusantara kita ini dikenal memiliki keindahan pemandangan bawah laut yang luar biasa, dengan terumbu karang dengan beragam biota laut di dalamnya. Untuk menikmati keindahan dan keunikan paru-paru dunia bawah laut tersebut, kita bisa melakukannya dengan snorkling. Tetapi untuk sebagian orang snorkling termasuk olahraga yang mahal dan memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
![]() |
| Ikan Hias Air Laut: Foto Pixabay.com |
Karena itu sekarang ada cara baru untuk menikmati keindahan biota laut dan terumbu karang tersebut. Caranya dengan membuat habitat terumbu karang beserta berbagai makhluk hidup penghuninya di dalam sebuah akuarium yang disebut juga aquascaping.
Tidak dipungkiri lagi pembuatan aquascaping ikan air asin membutuhkan biaya yang lebih mahal dibanding aquascaping air tawar, karena alat-alat pendukung akuarium air asin memang banyak dan cenderung lebih mahal. Untuk mensiaatinya kita bisa membuat sendiri dirumah. Tetapi untuk beberapa orang hal ini bukan masalah, yang penting bisa menikmati keindahan “bawah laut” di rumahnya.
Dalam memelihara ikan air laut (air asin) kita perlu beberapa pengetahuan seperti sifat air laut, aksesoris yang dipakai, dan kesabaran. Karena beberapa hal diatas akan berguna kedepannya. Konsepkan terlebih dahulu akuarium yang akan anda buat sebelumnya, apakah akuarium koral, akuarium ikan, keduanya, dll. Karena konsep ini yang akan mempengaruhi penggunaan dan perawatannya nanti. Oke kita mulai membahas pembuatan akuarium air asinnya.
![]() |
| Ikan Hias Aquarium Air Laut: Foto Pixabay.com |
Membuat Aquascap air Asin
Sebelum memulai kelangkah pertama sebelumnya saya himbau anda untuk bersabar, karena untuk memelihara ikan air laut diperlukan kesabaran yang kuat. Jangan buru-buru untuk memasukkan ikan kedalam akuarium sebelum terjadinya keseimbangan ekosistem. Diamkan terlebih dahulu air 4 hari – 1 minggu, ini juga menghindari “new tank syndrome” pada ikan.
Ikan hias air laut adalah membentuk lingkungan akuarium. Ikan hias air laut tak bisa hidup di lingkungan yang tak mirip dengan habitat aslinya.
Oleh karena itu, kamu perlu membentuk lingkungan akuarium dengan beberapa komponen. Mulai dari air laut yang asin, terumbu karang, kerikil, pasir laut, anemon dan lain sebagainya.
Tak usah bingung memikirkannya, sebab semuanya bisa kamu dapatkan di toko ikan hias dan air laut.
Nah, saat akuarium sudah diisi dengan air, diamkan selama 3 hingga 4 minggu agar kondisi air mirip seperti aslinya. Sehingga lebih nyaman untuk menjadi tempat tinggal para ikan.
Selanjutnya masukkan komponen lain seperti kerikil di dasar akuarium sebagai tempat menyimpan kotoran ikan, pasang lampu untuk menghangatkan air, dan pendingin akuarium untuk yang berisi karang.
kualitas air yang baik dalam budidaya ternak ikan hias air laut. Isi akuarium dengan air laut (air asin) yang bisa kamu beli di toko-toko dengan volume yang sesuai dengan jenis ikan hias.
Pastikan suhu air akuarium sekitar 23 sampai 28 derajat Celsius. Juga, ukur derajat keasinan air laut dengan alat bernama refraktometer atau hidrometer.
Kisaran derajat keasinan ini sekitar 34 hingga 37 bagian per 1000 unit air. Selain itu, hitung kadar pH air dengan strip berwarna (bisa dibeli di toko ikan hias).
1. Siapkan akuarium
Terlebih dahulu siapkan akuarumnya, ini wajib dan harus yah hehehe. Usahakan ukurannya besar yah, sekitar 1 meter lebih bagus. Tetapi kalo ukuran 60 cm juga bisa, menyesuaikan tema akuarium anda dan ikan yang akan anda pelihara nantinya.
2. Siapkan Aksesoris Akuarium
a. Pompa air
Sebagai alat untuk sirkulasi air dalam akuarium.
b. Lampu
Berperan sebagai “matahari” dalam akuarium, untuk proses fotosintesis dan menunjang kehidupan biota dalam akuarium.
c. Skimmer
Pemecah kotoran dalam air, kotoran diperangkap kedalam busa dan busa akan dibuang ke tempat lainnya untuk disaring.
d. Sump / Refugium (filter)
Singkatnya ini adalah filter atau tempat penyaringan air kotor agar bersih dan dapat digunakan kembali. Baca juga jenis filter aquarium
e. Calcium Reactor
Berfungsi sebagai penambah kalsium dalam air, karena binatang laut sangat membutuhkan air yang mengandung kalsium tinggi terutama bagi koral dan karang.
f. Coil Denitrator
Sebagai netralisir kandungan nitrat dalam air, kandungan nitrat ini sangat berbahaya bagi kelangsungan biota dalam akuarium.
g. Chiller
Pendingin suhu air, karena beberapa biota laut membutuhkan suhu yang cukup dingin (sebagian besar ikan dan koral)
Beberapa aksesoris tambahan yang bersifat optional/pilihan (boleh iya boleh ngga) seperti PH / KH tester, Calcium tester, amoniak/nitrit/nitrat tester, thermometer, salinity tester, bioball, bakteri starter.
3. Merakit Aquascaping Air Asin
1. Masukkan dasar aquarium terlebih dahulu, dasaran aquarium ini bisa menggunakan pasir laut kasar kira-kira setebal 1-3 cm, lalu dilapisi pasir laut yang halus setebal 2-3 cm.
2. Susun aksesoris seperti karang hidup atau lainnya. Susun sebagaimana yang anda inginkan.
3. Isikan air laut secara perlahan sampai memenuhi bibir akuarium. Air laut bisa anda ambil senridi di laut atau di beli di toko akuarium atau toko ikan.
4. Silahkan setup pompa air, filter, sump, calcium reactor dengan benar. Setup sesuai keinginan anda. Lebih baik lagi jika minta bantuan pada orang yang sudah berpengalaman. Jangan lupa untuk memasang lampu, karena lampu perannya sangat vital.
Setelah pemasangan aksesoris akuarium selesai anda tidak boleh langsung memasukkan hewan apapun kedalam aquarium air laut, langkah selanjutnya adalah menunggu proses recycling. Apa itu recycling? Recycling secara bahasa adalah daur ulang, yang berarti kita menunggu siklus nitrogen berjalan dengan baik. Kenapa demikian? Karena jika proses nitrogen dalam akuarium air laut ini belum berjalan dengan baik maka bisa mengancam kehidupan ikan didalamnya (resikonya tinggi).
Selama proses ini kita boleh membantunya dengan memberikan bakteri starter (misal bactopur), dimana bakteri ini bertujuan untuk mengurai kotoran dan zat kimia berbahaya agar bisa menunjang kehidupa dalam akuarium.
Recycling ini dilakukan dengan menjalankan air (memutar air) dan memfungsikan peralatan lainnya seperti calcium reactor dan denitrator. Intinya nyalakan aquarium seperti biasa hanya sja tanpa ikan didalamnya. Lamanya proses ini berbeda-beda, secara teori lebih baik biarkan berjalan selama 1 bulan, tetapi pada prakteknya bisa hanya juga 1-2 minggu saja (mungkin sudah tidak sabar hehehe).
4. Catatan Penting (*)
1. Selalu mengganti air laut minimal 10 % setiap minggu.
2. Perhatikan PH air. Jika PH turun kemungkinan besar kandungan amoniak dalam air meningkat dan jika terlalu rendah bisa mengakibatkan kematian pada ikan.
3. Calcium bisa menaikkan kadar PH air laut. Tambahkan calcium jika PH sedang turun, ini dapat membantu menaikkan PH kembali.
4. Perhatikan suhu air maksimal 28 derajat celcius.
5. Koral dan karang hanya bisa hidup di suhu yang dingin, sekitar 22-26 celcius. Perhatikan juga beberapa sifat koral, karena beberapa koral bisa bersifat racun untuk beberapa ikan.
6. Pastikan memilih ikan biota laut dari indukan kualitas terbaik, dan bibit ikan aktif, tidak cacat atau terjangkit penyakit. Bibit yang dijual di pasaran sebaik biota laut yang sudah berusia sekitar minggu lebih.
Demikian artikel singkat tentang cara membuat Aquasacap air laut sederhana untuk pemula, semoga bermanfaat, terimakasih. semoga sukses selalu.
Akhmad Solihin 20.40 CB Blogger Indonesia




































