Home » Posts filed under Kolam Hias
Aneka-Peliharaanhias----Penataan taman selain menonjolkan keindahan tanaman juga perlu menonjolkan estetika Tool seperti lampu dan hiasan taman lainnya.
Estetika lampu hias taman
Yang namanya lampu, tentu sudah wajib dipertimbangkan dengan saksama saat pembelian hingga instalasi. Pasalnya, lampu sangat berpengaruh pada aktivitas sehari-hari, termasuk juga untuk lampu taman sebagai pelengkap lanskap rumah idaman.
Tidak hanya untuk penerangan, ada banyak lho kegunaan lampu taman yang tidak pernah terbayangkan olehmu sebelumnya. Yuk, pahami dulu seluk beluk soal lampu taman bareng Kania di bawah ini!
Manfaat Lampu Taman pada Eksterior Rumah
Seperti yang disinggung sebelumnya, lampu taman bukan hanya sekadar sebagai sumber cahaya untuk menerangi bagian taman. Ada juga beberapa hal yang menjadikan lampu taman sebagai salah satu fitur wajib di depan rumah, antara lain:
Menambah kesan estetika lewat pijar yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Terpaan cahaya di sekitar eksterior rumah, halaman, pohon, dan juga sekelilingnya akan memberi efek dinamis pada tampilan rumah secara keseluruhan.
Mencegah gerakan orang mencurigakan dan meminimalisir potensi kejahatan atas properti rumah.
Melindungi struktur rumah, taman, dan objek-objek yang ada dari kerusakan akibat kurangnya pencahayaan, sekaligus mencegah risiko kecelakaan pribadi dari kontur tanah yang tidak rata.
Membuat taman jadi lebih berfungsi di malam hari berkat adanya pencahayaan yang memadai sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan keluarga.
Pertimbangan dalam Memilih Lampu Taman
Buat kamu yang mau membeli lampu taman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelumnya. Setidaknya, ada 8 pertimbangan untuk bisa mendapatkan lampu taman yang terbaik, yaitu:
1. Sesuaikan dengan Kebutuhan
Sebelum memilih lampu taman, coba pikirkan dulu apa tujuan utama dari pemasangannya. Apakah lampu taman dihadirkan untuk ekstra pencahayaan, menambah rasa aman, atau lebih ke efek dekoratif? Jika lebih bersifat hiasan, bagaimana efek yang diinginkan, misalnya dramatis, romantis, modern, atau yang lainnya?
Supaya tetap klop dengan keseluruhan hunian, sebaiknya sesuaikan antara kehadiran lampu taman dengan arsitektur rumah. Lalu, tetapkan atmosfer yang ingin dihadirkan supaya ada keselarasan antara tanaman, material rumah, dan juga lampu taman itu sendiri.
2. Budget untuk Lampu Taman
Menurut para ahli, budget untuk lampu taman sebaiknya dipatok minimal 5% dari total biaya proyek taman di rumah. Angka tersebut dinilai ideal supaya bagian outdoor rumah bisa semakin maksimal dari segi penggunaan, terutama di malam hari. Jika dihitung-hitung, tentunya biaya lampu taman tidak signifikan, tapi tetap harus dijadikan salah satu hal yang wajib untuk hasil lanskap terbaik rumah.
3. Prioritaskan Kualitas
Memilih lampu taman yang tahan pakai tentu tidak jauh-jauh dari kualitasnya. Mengingat posisi lampu taman yang berada di bagian luar, otomatis bahannya harus yang sudah tahan karat, perubahan cuaca, dan juga serangan serangga.
Salah satu bahan lampu taman favorit tak lain adalah kuningan yang bisa hadir dalam berbaw, gai finishing melalui cat warna-warni hingga tekstur matte atau mengilap. Namun, saat ini juga telah tersedia berbagai pilihan lampu taman dari bahan lain yang tak kalah kuat dan kokoh. Sebelum beli, konsultasikan saja terlebih dahulu sesuai kebutuhanmu.
4. Pahami Berbagai Jenis Lampu Taman
Pada prinsipnya, fitting lampu taman lebih baik tidak terlihat supaya pijar cahaya terasa lebih lembut. Terkecuali jika pemilihan lampu taman memang sengaja dihadirkan sebagai fokus utama pada lanskap. Beberapa jenis lampu taman yang bisa dipilih antara lain:
Spike: Biasanya untuk dipasang pada bagian lantai dan cocok untuk memberi efek penerangan pada tanaman rendah atau fitur spesifik bagian bawah.
Bollard: Disebut juga lampu penerangan jalan yang cocok untuk menerangi area setapak atau tempat parkir di depan rumah.
Spotlight: Memiliki sorot ke bagian atas, misalnya menerangi bagian batang pepohonan atau fitur arsitektur tertentu pada rumah.
Lampu Proyeksi : Ini merupakan lampu taman yang dilengkapi efek pola atau motif pada dinding rumah dan lantai taman.
Strip light: Lebih bersifat backlight atau menerangi dari sisi belakang yang pemasangannya tersembunyi di balik area tertentu, misalnya di bagian belakang dek atau kursi taman.
Lampu Dekoratif: Disebut juga sculpture light, di mana desain lampu taman ini termasuk atraktif dan menjadi bagian dekorasi dari taman itu sendiri.
Lampu Kabel: Berupa untaian lampu taman yang bisa dipasang sepanjang bagian atap untuk menambah kesan indah yang mengundang.
5. Memahami IP Rating
IP Rating atau Ingress Protection Rating adalah standar internasional untuk mengukur tingkat ketahanan alat elektronik terhadap lingkungan. Tidak hanya pada lampu taman, beberapa smartphone juga sudah dilengkapi dengan informasi IP Rating sebagai bahan pertimbangan konsumen.
Pada lampu taman, IP Rating memberi informasi ketahanan lampu terhadap elemen luar, seperti air dan zat padat berupa partikel debu, dan sebagainya. Semakin tinggi IP Rating, maka daya tahan lampu taman juga semakin baik.
Untuk pemilihan IP Rating lampu taman, usahakan memilih dengan nilai 6 supaya tahan terhadap paparan zat padat dan juga terpaan hujan. Namun, jika lokasi tempat tinggal termasuk memiliki cuaca ekstrem, usahakan untuk memilih lampu taman dengan nilai IP Rating di sekitar angka 8. Dengan demikian, pemakaian lampu taman juga bakal lebih tahan lama dalam jangka waktu panjang.
6. Pilih Lampu Jenis LED
Teknologi lampu LED kini semakin unggul, termasuk untuk penggunaan lampu taman. Dibandingkan lampu biasa, lampu LED menghasilkan intensitas cahaya yang lebih terang meskipun dengan ukuran watt yang sama dengan lampu biasa. Lampu LED juga lebih hemat energi, tahan lama, dan output panasnya lebih rendah.
Untuk kesan outdoor yang lebih hangat, pilihlah lampu LED dengan warna kuning dibandingkan putih terang, terkecuali jika memang warna putih lebih sesuai dengan kebutuhan dan seleramu. Umumnya, warna lampu taman kuning lebih rileks dan lembut.
7. Menyoroti Bagian Terbaik Taman
Lampu taman sebaiknya tetap hadir secara seimbang, nyaman, dan tidak terlalu menyilaukan. Jadi, usahakanlah untuk memilih lampu taman yang sesuai spot yang diinginkan. Apakah kamu ingin lebih fokus ke bagian pagar rumah, jalan setapak, atau hanya ingin memperindah penampilan taman di malam hari?
Pemasangan lampu taman bisa diposisikan secara vertikal ataupun horizontal. Bagaimanapun posisinya, pasanglah senyaman mungkin agar kamu tidak merasa terganggu dengan pencahayaannya. Tetap tinjau hasil pemasangan lampu, baik dari segi estetika maupun penggunaannya dari berbagai arah.
Lampu taman juga bisa dihadirkan secara strategis supaya bagian bersantai bisa semakin maksimal digunakan. Jika ada area khusus duduk, maka lampu taman juga harus sudah dirancang sedemikian rupa supaya menambah kenyamanan dan berfungsi secara ideal.
8. Utamakan Keselamatan
Meskipun jadi bagian dari estetika halaman rumah, pemilihan lampu taman juga harus mempertimbangkan faktor keselamatan. Kehadiran lampu taman harus bisa tetap menggambarkan kondisi taman sesungguhnya, misalnya arah jalan, kedalaman tangga, bagian yang tidak rata, dan sejenisnya. Sebaiknya lampu taman juga tidak terlalu redup yang bisa mengaburkan pandangan, tetapi juga jangan sampai terlalu silau dan malah jadi membahayakan.
Demikian cara memilih lampu taman yang baik dan benar sesuai dengan taman dan kebutuhan anda semoga bermanfaat. Terimakasih.
Akhmad Solihin 00.51 CB Blogger Indonesia
Aneka-Peliharaanhias----Masing-masing daerah memiliki karakteristik lankap alam dan kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Tanah di daerah pegunungan tentunya berbeda dengan dataran rendah yang memiliki lahan basah dan banyak rawa. Penelitian yang banyak dipublikasikan menyatakan bahwa Indonesia memiliki lahan basah sekitar 396.462 km2 (sekitar 20,8% luas wilayahIndonesia) yang tersebar terutama di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Ekosistem lahan basah mempunyai peran yang nyata dalam perkembangan masyarakat Indonesia. Sejak jaman dahulu berbagai suku bangsa yang menempati ekosistem lahan basah menjalin hubungan dan budaya mereka melebur menjadi budaya bangsa Indonesia. Oleh karena itu lahan basah merupakan wilayah yang strategis bagi Indonesia.
Lahan basah yang dimaksud di sini adalah ekosistem rawa, termasuk rawa bergambut yang dipengaruhi oleh air tawar maupun payau. Lahan basah meliputi wilayah pantai, lahan rawa-rawa, lahan bergambut, lahan berpotensi sulfat masam baik yang alami maupun yang artifisial, yang permanen maupun yang temporer, termasuk wilayah mangrove. Wilayah lahan basah memiliki beberapa karakteristik yang unik yaitu: 1. merupakan dataran rendah yang membentang sepanjang pesisir, 2. merupakan wilayah yang mempunyai elevasi rendah, 3. beberapa tempat dipengaruhi oleh pasang surut untuk di wilayah dekat dengan pantai, 4. dipengaruhi oleh musim yang terletak jauh dari pantai, dan 5. sebagian besar wilayah ini tertutupi dengan gambut.
Membangun sebuah kolam ikan hias Koi dan lainnya, tentunya harus disesuaikan dengan kondisi tanah yang bersangkutan. Terutama untuk membangun kolam koi di daerah lahan basah dan gambut yang tanahnya bersifat lembek dan berair, harus benar-benar diperhatikan pondasi dasarnya agar kolam yang terbuat dari bata dan semen tidak retak dan bocor. Sama seperti pembangunan rumah oleh penduduk setempat, perlu tips dan trik khusus untuk membangun kolam ikan hias.
Berikut ini blog Aneka-Peliharaanhias, mencoba berbagi tentang bagaimana cara membuat merawat kolam ikan hias Koi di lahan gambut agar tidak mudah rusak, baik mengalami kebocoran atau retak pada bagian dinding kolamnya.
1 Persiapan lahan dan Taman
Pilhan lahan tentu saja melihat tata letak dan tampilan keberadaan kolam yang akan dibangun. Sama seperti pembangunan kolam ikan hias lainnya, kebutuhan dasarnya adalah dibangun untuk memperindah taman dan halaman.
2. Pemasangan Podasi Dasar Kolam
Pondasi dasar kolam yang dibangun di lahan gambut yang basah diperlukan diperkuat dengan kayu galam.
Pondasi dasar kolam yang dibangun di lahan gambut yang basah diperlukan diperkuat dengan kayu galam.
3. Pemasangan Bata dan semen
4. Pengecatan
5. Perawatan kolam dan ikan
VIDEO PEMBUATAN KOLAM IKAN HIAS KOI DI LAHAN GAMBUT :
Aneka-Peliharaanhias----Sahabat Pencinta ikan hias, Sebagian besar ikan membutuhkan oksigen (O₂) terlaru dalam air sebanyak 3 mg/l. Idealnya, batas minimal kandungan oksigen terlarut untuk pertumbuhan ikan adalah 5 mg/l. Meskipun demikian, ikan hias masih dapat hidup dibawah batas minimal tersebut. Konsekuensinya nafsu makannya akan menurun dan pertumbuhannya terhambat.
Gejala kekurangan oksigen pada ikan tampak dari gerak-geriknya yang gelisah, selalu berenang di permukaan air, dan frekuensi pernapasan yang lebih cepat (insang dan mulut membuka dan menutup lebih cepat). Kekurangan oksigen biasanya terjadi akibat faktor-faktor sebagai berikut :
1. Kenaikan Temperatur
Meningkatnya temperatur air akan menurunkan kemampuan air untuk menyerap oksigen sehingga tingkat kejenuhan oksigen di dalam air juga menurun. Namun, naiknya temperatur akan meningkatkan respirasi yang berakibat pada peningkatan penggunaan oksigen. Untuk menjaga agar temperatur selalu konstan pada siang dan malam hari, di kolam dapat dipasang alat pemanas (heater) dan Themostat. Langkah ini banyak diterapkan untuk budi daya ikan diskus yang masih kecil atau muda.
2. Kandungan Bahan-bahan Organik
Kandungan bahan organik yang tinggi dapat menyebabkan konsentrasi oksigen di dalam air menipis karena digunakan oleh bakteri pengurai untuk proses respirasi (pernapasan).
3. Kombinasi Tanaman Air
Selain menghasilkan oksigen, tanaman air juga memanfaatkan oksigen untuk proses respirasi pada siang dan malam hari. Bertambahnya jumlah tanaman air akan meningkatkan kandungan oksigen di permukaan air, tetapi akan mengurangi oksigen di bagian bawah permukaan air. Karena itu, harus diperhatikan keseimbangan pertumbuhan tanaman agar tidak terjadi penumpukan oksigen pada siang hari dan penurunan drastis oksigen pada malam hari.
4. Kepadatan terlalu tinggi
Kepadatan yang terlalu tinggi menyebabkan ikan saling bertebut oksigen. Akibat paling tragis, ikan-ikan akan mati karena kekurangan oksigen. Hanya ikan jenis labirin, seperti gurami yang mampu bertahan hidup karena dapat menyerap oksigen langsung dari udara. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan ikan stres dan daya tahan tubuhnya menurun sehingga mudah diserang penyakit.
Karena itu Untuk mengatasi berkurangnya jumlah ogsigen terlarut di dalam air baik dalam Aqurium maupun kolam ikan hias perlu dilakukan cara-cara sebagai berikut :
1. Mekanik,
Cara mekanik ini dengan menggunakan aerator atau alat sirkulasi air (pompa) yang mampu memutar oksigen dari udara ke dalam air secara cepat dan dalam jumlah besar. Biasanya untuk aquarium digunakan Aerator dan Blower-pompa udara berukuran besar umumnya digunakan untuk kolam. Intinya, aerator dan blower berfungsi untuk meningkatkan intensitas pertukaran air sehingga kualitas air dapat terjaga.
2. Kimia
Meskipun jarang digunakan, salah satunya dengan pemberian superfosfat telah terbukti mampu merangsang pertumbuhan fitoplankton baru yang dapat membantu proses fotosintesis yang tentunya sangat bermanfaat bagi komunitas ikan hias di aqurium maupun di dalam kolam.
3. Biologi
Cara ini dilakukan dengan menjaga keseimbangan kandungan oksigen antara tumbuhan penghasil oksigen dan organisme pengguna oksigen. Perlu diperhatikan dan diatur dengan baik antara jumlah Tanaman air di dalam aquarium dengan jumlah ikan di dalamnya.
Demikianlah sobat pencinta ikan hias, tentang penyebab kekurangan oksigen, gejala dan akbatnya pada ikan hias serta cara mengatasinya, semoga bermanfaat. terimakasih.
Aneka-peliharaan-hias---Banyak orang bertanya tentang apakah memelihara ikan Koi membawa Hoki dalam kehidupan karir dan rumah tangga? Jawabannya benar. Bagi yang kenal dan percaya dengan konsep feng shui, pasti mengerti tentang khasiat ikan koi dan aspek air bagi keberuntungan rumah. Kenapa sih ikan koi dibilang si pembawa hoki? memelihara hewan ini diyakini banyak hobbis jauh lebih ampuh dalam membawa hoki(keberuntungan). Ya, ikan koi sangat dipercayai membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Lambang kesuksesan ada di dalam ikan koi. Karena perihal tentang penempatan Koi Pond atau kolam Koi telah diyakini dari jaman dahulu kala. Pada zaman kerajaan China dahulu kala, ikan Koi yang telah dipelihara dalam kerajaan untuk meningkatkan “chi” keberuntungan serta keabadian, hal ini dikaitkan dengan umur/ usia ikan koi ini bisa dikatakan berumur relatif panjang.
Dua hal yang membawa keberuntungan ketika memelihara ikan Koi, yakni penempatan kolam yang berisi air dan corak warna tubuh ikan Koi diyakini membawa keberuntungan “hoki” kepada si pemilik, penghuni rumah/kantor, atau pun dimana kolam ikan koi ini dibangun atau ditempatkan.
Hanya saja kolam ikan yang dibangun seyogyanya disesuaikan menurut aturan fengshui, serta kedalaman kolam yang digali semestinya melebihi permukaan kolam yang berada di atas permukaan tanah.
Jumlah ikan Koi yang dipelihara dalam kolam umumnya delapan sampai dengan Sembilan ekor, dimana mengandung unsur-unsur pelambangan seperti, Delapan diartikan kaya (kemakmuran), sedangkan Sembilan mengandung arti forever (selamanya). Unsur Air meningkatkan Chi atau energi positif dalam gedung yang ditempati, serta melambangan sumber kehidupan yang selalu dibutuhkan oleh manusia dan mahluk hidup lainnya.
Perawatan kolam pun sangat perlu diperhatikan, kualitas dan kejernihan air sangat menentukan dan berpengaruh terhadap keseimbangan energi mahkluk hidup di dalamnya. Energi chi yang baik sebagai keseimbangan Yin dan Yang merupakan faktor penting dalam perawatan dan pemeliharaan ikan dan kolamnya.
Adapun posisi terbaik penempatan kolam Koi berada pada kutub Barat Daya, yakni 232,5° - 247,5° dan kutub Barat, yakni 247,5° - 262,5°. Posisi kutub Barat Laut dan Barat mengaktifkan kutub Logam atau Emas.
Demikian tentang keberuntungan memelihara ikan koi menurut fengsui, semoga bermanfaat. terimakasih.
Baca Juga Alasan Mengapa Memelihara Ikan Koi Membawa Keberuntungan di sini !!
Baca Juga Alasan Mengapa Memelihara Ikan Koi Membawa Keberuntungan di sini !!
Anekapeliharaanhias---Sistim filterasi adalah suatu cara dan daya upaya dengan tujuan untuk menyaring segala macam dan ragam zat atau benda yang dapat mengurangi kualitas air yang dapat menurunkan, merugikan dan atau membahayakan kelangsungan hidup koi .
Biasanya banyak pemula yang membuat sistim filter tanpa berusaha menyelami makna filtrasi itu sendiri. Biasanya pemula yang belum mengerti, hanya berusaha membuat sistim filtrasi dengan tujuan bagaimana “ membuat air tetap bersih dan dapat melihat koi dengan nyaman “ hal ini pada awalnya juga dialami oleh penulis.
Sebelum membahas lebih jauh tentang sistim filtrasi hendaknya kita coba untuk sedikit membayangkan komunitas yang ada dalam suatu kolam.
Untuk hidup yang pasti yang dibutuhkan koi adalah air dan oksigen. Air dibutuhkan karena memang koi adalah mahluk air, oksigen mutlak di butuhkan semua mahluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya.
Yang menjadi pertanyaan adalah air yang bagaimana ?
Dalam suatu kolam yang menjadi sumber atau penyebab penurunan kualitas air itu sendiri bisa berasal dari komunitas itu sendiri atau dari luar kominitas.
Dari luar komunitas misalkan daun pohon yang jatuh ke kolam lalu membusuk, dan sebagainya. Dari dalam komunitas itu sendiri banyak sekali misalkan dari kotoron (feses koi) itu sendiri.
Yang perlu kita pahami disini adalah suatu kolam adalah suatu komunitas buatan dalam artian kolam itu adalah komunitas yang dibuat manusia bukan terjadi secara alamiah.
Bila suatu komunitas terjadi secara alamiah, proses terbentuknya pastilah membutuhkan waktu yang sangat lama.
Kita membuat kolam sebenarnya bertujuan untuk membentuk suatu komunitas ( lihat artikel , KOI UNTUK PEMULA ), jadi tujuan pembuatan filtrasi itu sendiri adalah sebagai jalan pintas atau penyederhanaan siklus kedihupan dan ratai makanan ).
Apa yang harus disaring ?
Yang harus disaring dalam filter adalah hal – hal yang dapat mengurangi atau merusak kualitas hidup koi dan menggangu ketidak nyaman kita dalam menikmati keindahan koi.
Kotoran atau sampah yang pertama harus kita hilangkan, misalkan kotoran koi, sisa daun busuk dan sebagainya, sehingga air tetap jernih.
Apa itu sudah cukup ?
Tidak.
Nah biasanya bagi para pemula, mengapa sering gagal dalam pemeliharaan koi karena dalam usaha filtrasi hanya bertujuaan bagaimana agar “ air jernih saja “.
Air jernih saja belum cukup, air yang jernih belum tentu baik untuk kehidupan koi , karena dalam suatu komunitas air banyak sekali terdapat kandungan zat – zat yang membahayakan kehidupan koi itu sendiri. Misalkan saja gas ammonia yang timbul atau dihasilkan oleh kotoran ( feses ) koi itu sendiri.
Filter Apa yang terbaik ?
Filter yang terbaik adalah filter dengan gabungan filter kimia, fisika dan biologi.
Filter fisika adalah sistim filter yang menyaring secara mekanis untuk kotoran – kotoran yang ukuran besar dan atau kasat mata. Misalkan daun busuk, kotoran ikan dsb.
Filter kimia adalah sistim filter yang menggunakan proses kimia. Misalkan untuk menetralisir racun atau residu obat – obatan yang kita pakai.
Filter biologi adalah sistim filter dengan menggunakan proses biologis.
Bagaimana idealnya susunan sistim filtrasi ?
Susunan sistim filtrasi yang ideal adalah sisitim fisika, kimia, bilogi , dan kimia, secara berurutan, namun arti ideal disini tidaklah mutlak, yang menjadi dasarnya sebenarnya kebutuhan design kolam itu sendiri dan sumber air yang akan kita pakai.
Design kolam itu sendiri sangat menentukan bagaimana penempatan sistim filtrasi yang sesuai. Bila kita terlalu memaksakan idealisme namun akhirnya kita kurang bisa menikmati kolam kita akan kurang menyenangkan, begitu pula apabila kita terlalu mengedepankan design tetapi terlalu mengabaikan sistim filtrasi nantinya kita akan kesulitan dalam pemeliharaan koi, hal ini tentunya akan menjadi hal yang tidak menyenangkan juga.
Disamping itu yang menjadi dasar sistim filter yang ideal tentunya adalah kualitas sumber air itu sendiri. Jadi maksudnya sebelum kita mendesign sistim filtrasi kita paling tidak mengetahui seberapa kualitas sumber air yang akan kita gunakan. Misalkan saja apakah mengandung zat besi yang terlalu tinggi, bila mengandung zat besi yang di luar batas toleransi maka kita dapat mendesign kolam dengan sistim button drain dengan airasi yang maksimal.
Bagaimana Mengetahu Zat – Zat yang terkandung dari Sumber Air ?
Cara paling cepat dan tepat adalah memeriksakan sumber air kita ke Laboratorium, hasil dari laboratorium akan memberikan kita gambaran yang sangat lengkap.
Apabila anda pemula yang ingin membuat kolam dengan anggaran terbatas, memerikasakan sumber air ke Laboratorium tidaklah mutlak.
Sekarang tinggal anda meneliti lingkungan sekitar, misalkan apakah berlokasi di kota besar, dekat dengan lingkungan industri, dan sebagainya.
Menurut pengalaman penulis untuk daerah kota – kota kecil dan menengah apabila mengunakan sumber air sumur saja sudah cukup memadai, tinggal apakah lokasi sumur tersebut dekat dengan daerah industri atau tidak.
Yang sering menjadi masalah biasanya hanya terkendala dengan kandungan zat besi ( fe ) yang tinggi atau kandungan logam yang lain, hal ini bisa diatasi dengan memperdalam sumur atau memindahkan sumur tersebut ke lokasi yang lain kalau memang memungkinkan.
Kalau memang agak ragu dengan sumber air yang akan anda gunakan bisa mencoba dengan mengambil sempel air kedalam botol warna bening cobalah amati apakah air tersebut berwarna ? apakah berbau ? apabila ya biasanya sumber air tersebut kurang layak ‘
Apabila tidak dan anda masih kurang yakin cobalah untuk memdiamkan beberapa hari, apabila tetap jernih biasanya cukup layak untuk digunakan.
Apabila ada perubahan warna ( biasanya kekuningan ) itu berarti mengandung unsur logam ( biasanya zat besi ). Bila terjadi hal demikian sebaiknya anda mendesign kolam dengan sistim buttom drain ( saluran keluar bawah kolam ), mengapa demikian ?
Air yang mengandung zat besi yang tinggi apabila tercampur dengan udara ( oksigen ) zat besi akan mengendap di dasar, apabila kolam anda menggunakan sistim button drain anda dapat membuang air bagian dasar tersebut, itu berarti kandungan besi di air tersebut sudah menurun cukup drastis.
Jadi Sistim filtrasi yang paling tepat sangat lah flexsibel, situasional, dan kondisional.
1. FILTER FISIKA
Filter fisika atau filter mekanis bisa menggunakan berbagai macam media tergantung kreatifitas dan anggaran biaya yang kita siapkan.
Contohnya pakai dakron, pasir, brush, matras dan sebagainya, dengan kelemahan dan keunggulan masih – masing media.
Sistim fisika ini tidak harus memakai media filter seperti sistim filter yang lain.
Sistim filtrasi ini bisa kita buat tampa media, dengan mengintegrasikan kedalam rancangan kolam itu sendiri, sehingga rancangan kolam itu di buat sedemikian rupa sehingga sistim kolam itu sendiri berfungsi sebagai filter fisika.
2. FILTER KIMIA
Untuk kolam ikan koi juga digunakan filter kimia yaitu sistem filter yang menggunakan media yang dapat meningkatkan kualitas air dengan proses kimiawi. Contoh media yang dapat dipakai misalkan, arang, batu zeloit, batu karang, memakai sinar ultraviolet, dll.
3. FILTER BIOLOGI
Dalam sistim ini proses penyaringan dengan proses biologis dengan bantuan bakteri pengurai yaitu bakteri yang sengaja ditumbuhkan dengan media biobal atau kramik ring, lendir yang menempel pada biobal ini yang disebut nitrobacter yang tumbuh dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas air.
Sedangkan media yang digunakan sifatnya hanya sebagai tempat tinggal bakteri pengurai itu sendiri dan juga berguna sebagai filter mekanis / fisika.
Media yang dapat dipakai misalkan bio ball, Matras, ring Keramik , atau dapat kita buat sendiri misalkan dari pipa PVC.
Filter biologi dapat juga dengan menggunakan media tanaman air misalkan Teratai, enceng gondok, dan sebagainya, yang lebih dikenal dengan istilah vergie filter.
Dari penjelasan di atas mungkin dapat diambil kesimpulan bahwa membuat racangan kolam dan filter untuk ikan hias koi ini, sangat flexsibel tergantung situasi dan kondisi serta kesediaan sumber daya yang ada.
Demikian cara mudah membangun sistem filterisasi untuk ikan koi, semoga bermanfaat, terimakasih.
Biasanya banyak pemula yang membuat sistim filter tanpa berusaha menyelami makna filtrasi itu sendiri. Biasanya pemula yang belum mengerti, hanya berusaha membuat sistim filtrasi dengan tujuan bagaimana “ membuat air tetap bersih dan dapat melihat koi dengan nyaman “ hal ini pada awalnya juga dialami oleh penulis.
Sebelum membahas lebih jauh tentang sistim filtrasi hendaknya kita coba untuk sedikit membayangkan komunitas yang ada dalam suatu kolam.
Untuk hidup yang pasti yang dibutuhkan koi adalah air dan oksigen. Air dibutuhkan karena memang koi adalah mahluk air, oksigen mutlak di butuhkan semua mahluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya.
Yang menjadi pertanyaan adalah air yang bagaimana ?
Dalam suatu kolam yang menjadi sumber atau penyebab penurunan kualitas air itu sendiri bisa berasal dari komunitas itu sendiri atau dari luar kominitas.
Dari luar komunitas misalkan daun pohon yang jatuh ke kolam lalu membusuk, dan sebagainya. Dari dalam komunitas itu sendiri banyak sekali misalkan dari kotoron (feses koi) itu sendiri.
Yang perlu kita pahami disini adalah suatu kolam adalah suatu komunitas buatan dalam artian kolam itu adalah komunitas yang dibuat manusia bukan terjadi secara alamiah.
Bila suatu komunitas terjadi secara alamiah, proses terbentuknya pastilah membutuhkan waktu yang sangat lama.
Kita membuat kolam sebenarnya bertujuan untuk membentuk suatu komunitas ( lihat artikel , KOI UNTUK PEMULA ), jadi tujuan pembuatan filtrasi itu sendiri adalah sebagai jalan pintas atau penyederhanaan siklus kedihupan dan ratai makanan ).
Apa yang harus disaring ?
Yang harus disaring dalam filter adalah hal – hal yang dapat mengurangi atau merusak kualitas hidup koi dan menggangu ketidak nyaman kita dalam menikmati keindahan koi.
Kotoran atau sampah yang pertama harus kita hilangkan, misalkan kotoran koi, sisa daun busuk dan sebagainya, sehingga air tetap jernih.
Apa itu sudah cukup ?
Tidak.
Nah biasanya bagi para pemula, mengapa sering gagal dalam pemeliharaan koi karena dalam usaha filtrasi hanya bertujuaan bagaimana agar “ air jernih saja “.
Air jernih saja belum cukup, air yang jernih belum tentu baik untuk kehidupan koi , karena dalam suatu komunitas air banyak sekali terdapat kandungan zat – zat yang membahayakan kehidupan koi itu sendiri. Misalkan saja gas ammonia yang timbul atau dihasilkan oleh kotoran ( feses ) koi itu sendiri.
Filter Apa yang terbaik ?
Filter yang terbaik adalah filter dengan gabungan filter kimia, fisika dan biologi.
Filter fisika adalah sistim filter yang menyaring secara mekanis untuk kotoran – kotoran yang ukuran besar dan atau kasat mata. Misalkan daun busuk, kotoran ikan dsb.
Filter kimia adalah sistim filter yang menggunakan proses kimia. Misalkan untuk menetralisir racun atau residu obat – obatan yang kita pakai.
Filter biologi adalah sistim filter dengan menggunakan proses biologis.
Bagaimana idealnya susunan sistim filtrasi ?
Susunan sistim filtrasi yang ideal adalah sisitim fisika, kimia, bilogi , dan kimia, secara berurutan, namun arti ideal disini tidaklah mutlak, yang menjadi dasarnya sebenarnya kebutuhan design kolam itu sendiri dan sumber air yang akan kita pakai.
Design kolam itu sendiri sangat menentukan bagaimana penempatan sistim filtrasi yang sesuai. Bila kita terlalu memaksakan idealisme namun akhirnya kita kurang bisa menikmati kolam kita akan kurang menyenangkan, begitu pula apabila kita terlalu mengedepankan design tetapi terlalu mengabaikan sistim filtrasi nantinya kita akan kesulitan dalam pemeliharaan koi, hal ini tentunya akan menjadi hal yang tidak menyenangkan juga.
Disamping itu yang menjadi dasar sistim filter yang ideal tentunya adalah kualitas sumber air itu sendiri. Jadi maksudnya sebelum kita mendesign sistim filtrasi kita paling tidak mengetahui seberapa kualitas sumber air yang akan kita gunakan. Misalkan saja apakah mengandung zat besi yang terlalu tinggi, bila mengandung zat besi yang di luar batas toleransi maka kita dapat mendesign kolam dengan sistim button drain dengan airasi yang maksimal.
Bagaimana Mengetahu Zat – Zat yang terkandung dari Sumber Air ?
Cara paling cepat dan tepat adalah memeriksakan sumber air kita ke Laboratorium, hasil dari laboratorium akan memberikan kita gambaran yang sangat lengkap.
Apabila anda pemula yang ingin membuat kolam dengan anggaran terbatas, memerikasakan sumber air ke Laboratorium tidaklah mutlak.
Sekarang tinggal anda meneliti lingkungan sekitar, misalkan apakah berlokasi di kota besar, dekat dengan lingkungan industri, dan sebagainya.
Menurut pengalaman penulis untuk daerah kota – kota kecil dan menengah apabila mengunakan sumber air sumur saja sudah cukup memadai, tinggal apakah lokasi sumur tersebut dekat dengan daerah industri atau tidak.
Yang sering menjadi masalah biasanya hanya terkendala dengan kandungan zat besi ( fe ) yang tinggi atau kandungan logam yang lain, hal ini bisa diatasi dengan memperdalam sumur atau memindahkan sumur tersebut ke lokasi yang lain kalau memang memungkinkan.
Kalau memang agak ragu dengan sumber air yang akan anda gunakan bisa mencoba dengan mengambil sempel air kedalam botol warna bening cobalah amati apakah air tersebut berwarna ? apakah berbau ? apabila ya biasanya sumber air tersebut kurang layak ‘
Apabila tidak dan anda masih kurang yakin cobalah untuk memdiamkan beberapa hari, apabila tetap jernih biasanya cukup layak untuk digunakan.
Apabila ada perubahan warna ( biasanya kekuningan ) itu berarti mengandung unsur logam ( biasanya zat besi ). Bila terjadi hal demikian sebaiknya anda mendesign kolam dengan sistim buttom drain ( saluran keluar bawah kolam ), mengapa demikian ?
Air yang mengandung zat besi yang tinggi apabila tercampur dengan udara ( oksigen ) zat besi akan mengendap di dasar, apabila kolam anda menggunakan sistim button drain anda dapat membuang air bagian dasar tersebut, itu berarti kandungan besi di air tersebut sudah menurun cukup drastis.
Jadi Sistim filtrasi yang paling tepat sangat lah flexsibel, situasional, dan kondisional.
1. FILTER FISIKA
Filter fisika atau filter mekanis bisa menggunakan berbagai macam media tergantung kreatifitas dan anggaran biaya yang kita siapkan.
Contohnya pakai dakron, pasir, brush, matras dan sebagainya, dengan kelemahan dan keunggulan masih – masing media.
Sistim fisika ini tidak harus memakai media filter seperti sistim filter yang lain.
Sistim filtrasi ini bisa kita buat tampa media, dengan mengintegrasikan kedalam rancangan kolam itu sendiri, sehingga rancangan kolam itu di buat sedemikian rupa sehingga sistim kolam itu sendiri berfungsi sebagai filter fisika.
2. FILTER KIMIA
Untuk kolam ikan koi juga digunakan filter kimia yaitu sistem filter yang menggunakan media yang dapat meningkatkan kualitas air dengan proses kimiawi. Contoh media yang dapat dipakai misalkan, arang, batu zeloit, batu karang, memakai sinar ultraviolet, dll.
3. FILTER BIOLOGI
Dalam sistim ini proses penyaringan dengan proses biologis dengan bantuan bakteri pengurai yaitu bakteri yang sengaja ditumbuhkan dengan media biobal atau kramik ring, lendir yang menempel pada biobal ini yang disebut nitrobacter yang tumbuh dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas air.
Sedangkan media yang digunakan sifatnya hanya sebagai tempat tinggal bakteri pengurai itu sendiri dan juga berguna sebagai filter mekanis / fisika.
Media yang dapat dipakai misalkan bio ball, Matras, ring Keramik , atau dapat kita buat sendiri misalkan dari pipa PVC.
Filter biologi dapat juga dengan menggunakan media tanaman air misalkan Teratai, enceng gondok, dan sebagainya, yang lebih dikenal dengan istilah vergie filter.
Dari penjelasan di atas mungkin dapat diambil kesimpulan bahwa membuat racangan kolam dan filter untuk ikan hias koi ini, sangat flexsibel tergantung situasi dan kondisi serta kesediaan sumber daya yang ada.
Demikian cara mudah membangun sistem filterisasi untuk ikan koi, semoga bermanfaat, terimakasih.













