Home » Posts filed under Kucing Hias
Aneka-Peliharaanhias----Memelihara kucing perlu perhatian khusus untuk masalah kesehatan mereka. Ada beberapa penyakit yang dapat menyerang si meong, terutama ketika mereka masih kecil sangat rentan terhadap serangan virus, bakteri dan parasit. Salah satu sakit yang sering diderita si meong kecil adalah sakit mata.
Sakit pada mata kucing bisa menyebabkan mata berair yang dapat bertambah parah. Apabila si kucing ini mengalami hal tersebut maka matanya akan terlihat berair, belekan, mata memerah, bengkak atau yang lainnya.
Hal tersebut merupakan beberapa penyakit mata yang sering diderita oleh si meong kecil kita.
Sebagai salah satu primadona hewan peliharaan, kucing ini memang mudah terserang penyakit serta berbagai masalah yang diakibatkan oleh virus.
Sehingga, kalian harus merawatnya dengan baik dan super ekstra supaya si meong kecil kesayangan kita selalu sehat walafiat.
Sebagai salah satu primadona hewan peliharaan, kucing ini memang mudah terserang penyakit serta berbagai masalah yang diakibatkan oleh virus.
Sehingga, kalian harus merawatnya dengan baik dan super ekstra supaya si meong kecil kesayangan kita selalu sehat walafiat.
Berkaitan dengan hal tersebut, tak hanya kucing dari suatu ras saja yang harus kalian perhatikan, melainkan kucing kampung maupun domestik juga harus diperlakukan dengan sama.
Sebab, hal tersebut untuk memastikan jika kita sebagai manusia agar tetap sehat. Karena tidak dipungkiri jika terdapat beberapa penyakit yang ditularkan oleh si manis satu ini.
Pada kucing sendiri, penyakit mata yang menyerangnya akan menyebabkan mata kucing itu berair. Dan dibutuhkan beberapa perawatan khusus pada setiap jenis penyakitnya.
Di bawah ini akan kami berikan beberapa penyebab sekaligus cara mengatasi mata kucing berair. Perhatikan baik-baik ya.
Penyebab dari mata si meong berair ini sendiri tidak hanya disebabkan karena satu masalah saja, sebab hal kondisi mata seperti ini disebabkan oleh beberapa hal baik karena lingkungan ataupun internal tubuh kucing sendiri.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan penyebab dari mata kucing berair, antara lain:
1. Produksi mata air yang berlebihan
Yang pertama yaitu disebabkan adanya produksi air mata yang berlebihan pada kucing. Hal tersebut disebabkan mata kucing ini tengah beradaptasi dengan adanya bulu yang terdapat di area mata si meong.
Untuk penyebab yang satu ini serta cara untuk mengatasinya juga tak perlu kalian khawatirkan, sebab hal tersebut adalah hal yang sudah biasa.
2. Mata terluka sebab tergores
Penyebab mata kucing ini berair yaitu sebab mata kucingnya tergores benda sehingga menimbulkan luka pada mata yang tak kunjung sembuh.
Serta hal tersebut dapat menyebabkan peradangan yang terjadi pada konjungtiva.
Luka yang ada di mata ini akan menyebabkan si meong merasa sangat perih serta panas.
Dan otomatis mata si meong akn terus-terusan mengeluarkan air yang bertujuan untuk menteralisir rasa sakit yang dirasakan.
Biasanya luka ini didapatkan pada saat si meong tak sengaja tergores benda asing atau pada saat ia berkelahi dengan sesamanya.
Selain hal tersebut, mata berair ini juga bisa dikarenakan adanya virus atau bakteri yang bernama Veline Chylamidhopila.
Di mana bakteri tersebut masuk ke dalam luka mata.
Dan apabila luka tersebut dibiarkan begitu saja, maka akan menyebabkan kebutaan terhadap mata si meong.
3. Cacing mata
Penyebab yang satu ini cukup berbahaya, serta untuk mengatasinya pun diperlukan keakhlian khusus.
Di mana cacing mata ini sendiri bisa menjadi salah satu penyebab dari mata kucing berair.
Jenis cacing yang menyebabkan mata berair ini bernama Thelazia Californiensis di mana cacing ini akan menyerang mata kucing serta sangatlah berbahaya.
Cacing yang menyerang mata ini mudah untuk kita lihat dengan mata telanjang.
Dan jika kucing kalian didapati ada cacing di matanya, maka kalian harus segera membawa si meong ke dokter hewan untuk segera memperoleh penanganan yang benar.
Sehingga, cara untuk mengatasi mata berair pada kucing yang disebabkan adanya cacing mata hanya bisa dilakukan oleh seorang dokter.
Jangan kalian biarkan terlalu lama si cacing hinggap di mata kucing kalian, sebab cacing ini cepat bertelur serta akan mengeluarkan larva yang bisa dimakan oleh lalat. Serem ya?
Cacing ini juga menjadi penyebab utama pada peradangan yang ada di selaput mata.
4. Nasolaccrimal Occlusion
Nasolaccrimal Occlusion adalah suatu gangguan yang terjadi pada organ mata di mana akan mengakibatkan mata si meong akan terus menerus mengeluarkan air.
Di dalam organ mata terdapat sebuah organ lain yang mana akan mengatur bagian mengeluarkan air mata apabila dibutuhkan.
Namun, apabila organ tersebut telah terjadi gangguan, maka mata tersebut akan terus menerus mengeluarkan air tiada henti.
5. Radang paru pada si Meong
Apabila si meong kesayangan kalain terserang radang paru, maka akan secara otomatis si meong mengeluarkan air mata dengan kadar yang sangat banyak.
Radang paru yang diderita oleh si meong sendiri akan membikin si meong terus-menerus bersin, pilek serta akan kesulitan bernafas.
Radang ini sendiri dikarenakan adanya virus Chlamidia Psitacii yang juga bisa menular ke kucing yang lain.
Sehingga, apabila kucing kalian terserang virus tersebut segera pisahkan kucing kalian dengan kucing yang lain serta segera bawa ke dokter.
6. Terkena virus herpes
Penyebab mata kucing berair selanjutnya adalah adanya serangan virus herpes.
Virus herpes ini akan membuat mata kucing bengkak, berair, kemerahan serta akan terus-menerus mengeluarkan air.
Kadang kali virus herpes ini akan menyerang pada satu mata saja.
Kucing yang juga tengah mengalami stress juga akan semakin membuat virus ini cepat menyebar ke seluruh tubuh.
Kucing yang telah terserang virus herpes ini biasanya akan cenderung menghindar pada sinar matahari.
Penyebab dari mata kucing berair yang diakibatkan oleh virus ini penangannya memerlukan kewaspadaan yang tinggi.
Sebab, kalian juga perlu untuk membersihkan air pada mata kucing ini namun jangan terlalu kering, sebab mata kucing juga membutuhkan kelembaban.
7. Painful eyes
Kasus painful eyes sendiri juga akan menimbulkan mata si meong akan mengeluarkan air secara berlebihan.
Yang mana pada mata si meong ini akan nampak sangat mengantuk serta jika mata si meong kita sentuh, maka si meong akan merasa kesakitan.
Dan biasanya, kucing yang menderita painful leyes ini juga akan menghindari sinar matahari maupun cahaya.
Perilaku si meong pun akan berubah, yang mana si meong akan sering terlihat sedang menggosok matanya atau bahkan mereka akan mencakar mata mereka.
Tak hanya itu saja, pada mata si meong juga akan muncul nictating membrane atau kelopak mata ke-3 pada bagian dalam sudut matanya.
Penyebab utama dari painful eyes ini merupakan karena si meong terkena penyakit glukoma ataupun uveitis.
8. Cuaca atau suhu dingin
Perlu kalian ketahui, jika kucing merupakan salah satu hewan yang suka sekali dengan suhu yang hangat.
Sehingga, apabila si kucing ini berada di dalam ruangan yang dingin atau sedang memasuki cuaca dingin, mata si meong ini akan berair.
Sehingga, buat kalian yang di dalam rumah menggunakan air conditioner atau ac ini jangan terlalu sering menghidupkannya.
Selain akan mengakibatkan mata si meong akan berair, namun sekaligus akan membuat si meong ini tidak betah di berada di dalam rumah.
Perkiraan suhu yang tepat untuk si meong agar tetap hangat serta membiarkan si meong untuk memperoleh sinar matahari yang cukup supaya tubuhnya akan tetap merasa hangat.
9. Terkena cairan kimia
Seperti yang telah kita ketahui, kucing merupakan salah satu jenis hewan yang mempunyai rasa ingin ketahuan yang tinggi. Terlebih terhadap benda atau hal yang baru saja mereka lihat.
Maka sering kali si kucing akan mengalami kecelakaan yang menyebabkan cidera pada matanya, salah satunya karena terkena bahan maupun cairan kimia.
Apabila mata si meong ini telah terkena cairan kimia meskipun sedikit, tentu saja hal tersebut mampu membuat mata si meong ini berair dan akan memerah.
Jika mata kucing telah terkena cairan kimia, biasanya mereka akan reflek mengeong serta akan segera menggosok-gosokkan matanya.
Untuk cara mengatasinya, kalian harus cepat-cepat membersihkan mata si meong dengan memakai air yang mengalir.
Upayakan untuk memakai air yang yang tidak terlalu deras.
10. Kelainan bawaan
Kelainan bawaan juga dapat menjadi salah satu penyebab mata pada kucing kalian berair.
Apabila hal tersebut terjadi pada kucing kesayangan kalian, maka tidak banyak hal yang bisa kalian lakukan, sebab memang telah ada kelainan bawaan yang biasanya tidak bisa disembuhkan.
Jika si meong ini terserang penyakit bawaan, maka akan lebih baik jika kalian konsultasi kepada dokter hewan supaya paham mengenai bagaimana cara untuk merawat penyakit bawaan itu.
11. Pertumbuhan rambut mata yang tidak normal
Bulu atau rambut pada kucing pada umumnya akan selalu tumbuh ke atas atau keluar.
Namun, terdapat beberapa kucing yang di mana mengalami kelainan pada bulu khususnya di bagian mata kucing.
Bulu tersebut akan tumbuh secara melengkung serta masuk ke dalam area mata.
JIka hal tersebut terjadi pada si meong, maka otomatis akan membuat si meong mengeluarkan air mata terus-menerus.
Cara Mengobati Mata Kucing Berair
kenapa mata kucing berair
Karena ada banyak ragam dari penyebab mata berair pada si meong, maka cara untuk mengatasinya pun berbeda-beda.
Ada yang dapat langsung kita lakukan sendiri, maupun ada yang harus kita larikan ke dokter hewan.
Nah, di bawah ini akan kami berikan beberapa tips untuk mengatasi mata berair pada kucing secara umum, diantaranya yaitu:
1. Memisahkan kandang kucing
Jika kalian memelihara lebih dari satu kucing, maka hal pertama yang harus kalian lakukan apabila terdapat salah satu kucingnya mengalami mata berair adalah memisahkan kandanganya dengan kucing yang lain.
Sebab, beberapa virus yang menyebabkan mata berair ini dapat menular ke sesama kucing.
Sehingga, kalian harus mengkarantina si meong yang tengah sakit ini. Berikan perhatian lebih kepada si meong dan lakukan perawatan yang optimal.
Memisahkan kandang ini juga akan membantu mata si kucing agar terhindar dari bulu rekan kucingnya yang lain.
Baca juga: Mainan Kucing.
2. Membersihkan kotoran pada mata kucing
Membersihkan kotoran pada mata si meong ini sangat penting untuk dilakukan, sebab bertujuan untuk memperjelas penglihatan si meong itu sendiri.
Untuk mata berair, biasanya akan membuang kotorannya sendiri dengan air mata yang berlebihan, sehingga membuat mata si meong tidak bisa terbuka.
Bahkan tak hanya kotoran yang ada pada mata berair ini, namun apabila kondisinya sudah terlampau para maka ada nanah juga di dalamnya.
Cara untuk membersihkan kotoran ini cukup dengan memakai kapas lembut yang telah kalian beri air, lalu usapkan kepada mata si kucing.
Untuk mencegah beberapa keluhan mata, kalian juga perlu untuk memastikan jika nutrisinya si meong telah terpenuhi. Termasuk di dalamnya adalah nutrisi yang baik untuk kesehatan mata.
Pakailah air yang hangat supaya bisa membersihkan kotoran di mata kucing dengan lebih mudah, serta si kucing pun akan merasa nyaman.
3. Memberikan obat tetes Mata Kucing Berair
Ada beberapa jenis obat tetes mata yang beredar dipasaran, dapat kita pilih dan gunakan sesuai dengan kebutuhan dan jenis sakit yang diderita si meong kecil. Obat Tetes mata itu antara lain :
Cristal eyes
Caranya sangatlah sederhana. Kita cukup menteteskan obatnya ke mata si meong dengan takaran yang dianjurkan, antara 1 - 4 Tetes.
Dan perlu kalian catat, bila kalian dilarang untuk memberikan obat tetes mata manusia kepada kucing.
Sebab hal tersebut akan menyebabkan mata si kucing bengkak dan malah akan menimbulkan iritasi.
Dan perlu kalian catat, bila kalian dilarang untuk memberikan obat tetes mata manusia kepada kucing.
Sebab hal tersebut akan menyebabkan mata si kucing bengkak dan malah akan menimbulkan iritasi.
Stop Eyes
Salah satu obat tetes mata yang banyak direkomendasikan oleh para pecinta kucing adalah merk “stop eyes”.
Obat tetes mata ini sangat manjur digunakan untuk masalah iritasi mata pada si meong, namun tidak terlalu manjur untuk mengatasi mata berair pada kucing yang memiliki gen mata berair.
Stop eyes diklam bisa menyembuhkan iritasi, peradangan serta infeksi inflamasi yang terjadi di dalam jaringan mata.
Komposisi:
gentamichyn sulphate 2 mg
dexamethasone 0,5 mg
Harganya juga relatif murah, hanya dibandrol seharga RP 28.000/ botol kecil
Trixin
Obat tetes mata ini sangat manjur digunakan untuk masalah iritasi mata pada si meong, namun tidak terlalu manjur untuk mengatasi mata berair pada kucing yang memiliki gen mata berair.
Stop eyes diklam bisa menyembuhkan iritasi, peradangan serta infeksi inflamasi yang terjadi di dalam jaringan mata.
Komposisi:
gentamichyn sulphate 2 mg
dexamethasone 0,5 mg
Harganya juga relatif murah, hanya dibandrol seharga RP 28.000/ botol kecil
Trixin
Trixin adalah merk obat tetes mata selanjutnya di mana memiliki manfaat yang hampir sama dengan produk stop eyes.
Produk ini juga sama-sama mengklaim jika produk ini bisa meredakan infeksi terhadap mata, mengurangi serta menghentikan belek, mata merah serta berbagai penyakit mata yang lainnya.
Harga dari produk ini lebih murah jika dibandingkan dengan merk sebelumnya, kalian cukup merogoh kocek Rp 14.00/ botol kecil agar bisa mendapatkannya.
4. Membawa ke Dokter Hewan
cara mengobati mata kucing berair
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, apabila kucing kalian terserang cacing pada matanya, maka kalian harus segera membawanya ke dokter hewan.
Sehingga apabila memang mata si meong kalian berair secara berlebihan serta menunjukan gejala ke arah komplikasi.
Maka cara yang paling benar adalah membawanya ke klinik hewan terdekat supaya segera memperoleh perawatan yang tepat.
Dan jangan sekali-kali kalian membiarkan mata berair pada kucing kalian terlalu lama, sebab virus yang menyerangnya dapat membuatnya mengalami kebutaan!
Tak hanya itu saja, penyakit mata semacam tumor juga harus bisa terdeteksi sedini mungkin supaya si kucing bisa langsung ditangani dengan cepat dan tepat.
Tumor yang ada pada mata kucing ini akan menimbulkan mata si meong membesar secara tak normal.
Serta apabila kita diamkan akan membuat kucing kesulitan membuka matanya dikemudian hari.
Memang cara mengatasi mata berair pada kucing paling tepat adalah membawanya ke dokter hewan!
5. Menjauhkan benda yang dinilai berbahaya
Yang terakhir adalah dengan cara menjauhkan berbagai benda yang sekiranya berbahanya. Karena kucing senang bermain-main, apa saja benda yang ada dirumah tidak luput dari perhatiaan. Kucing juga punya keingin tahuan yang besar terhadap benda-benda yang baru. jadi hati-hati jika meletakan benda berbahaya untuk binatang dan manusia.
Maka cara yang paling benar adalah membawanya ke klinik hewan terdekat supaya segera memperoleh perawatan yang tepat.
Dan jangan sekali-kali kalian membiarkan mata berair pada kucing kalian terlalu lama, sebab virus yang menyerangnya dapat membuatnya mengalami kebutaan!
Tak hanya itu saja, penyakit mata semacam tumor juga harus bisa terdeteksi sedini mungkin supaya si kucing bisa langsung ditangani dengan cepat dan tepat.
Tumor yang ada pada mata kucing ini akan menimbulkan mata si meong membesar secara tak normal.
Serta apabila kita diamkan akan membuat kucing kesulitan membuka matanya dikemudian hari.
Memang cara mengatasi mata berair pada kucing paling tepat adalah membawanya ke dokter hewan!
5. Menjauhkan benda yang dinilai berbahaya
Yang terakhir adalah dengan cara menjauhkan berbagai benda yang sekiranya berbahanya. Karena kucing senang bermain-main, apa saja benda yang ada dirumah tidak luput dari perhatiaan. Kucing juga punya keingin tahuan yang besar terhadap benda-benda yang baru. jadi hati-hati jika meletakan benda berbahaya untuk binatang dan manusia.
Sebagai contoh carian kimia yang ada di dalam pembersih lantai atau benda tajam.
Sebab si meong kecil ini juga suka sekali bermain serta kadang pada waktu bermain, ia bisa menabrak benda-benda di sekitarnya.
Sehingga dikhawatirkan akan membuat mata si meong terkena cipratan cairan kimia atau tergores benda asing yang berbahaya bagi matanya.
Jika sudah begini, penanganan sedini mungkin perlu dilakukan, sebab mata berair ini ada juga yang dapat menyebabkan kebutaan.
Demikian yang dapat Aneka-peliharaanhias share tentang penyebab anak kucing yang sakit mata berair dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat, untuk merawat kucing kesayangan anda. Terimakasih.
Kucing hias persia berkualitas adalah kucing hias yang memiliki beberapa keunggulan dan kelebihan antara lain: kucing pesia terlihat sehat dan lincah, bulu dan badan yang bersih, keindahan warna dan penampilan wajah secara fisik menarik, berat dan panjang tubuh proposional, kucing bebas dari berbagai kutu, penyakit dan bakteri yang dapat mengganggu kesehatannya.
Ciri-ciri kucing Persia berkualitas dan Sehat, seperti kucing pada umumnya yang dapat dilihat dari beberapa ciri atau tanda-tanda seperti di bawah ini :
Aneka-Peliharaanhias-----Pernahkah anda mengalaminya? jika iya, maka anda perlu mengetahui artike soal kerntokan bulu pada kucing persia ataupun kucing anggora kesayangan anda, dan tentunya jenis kucing yang lainnya pun sama. Bulu-bulu menempel di sofa dan baju sepertinya sudah merupakan hal yang biasa bagi pemilik kucing, tapi sekarang kok, bulu yang rontok sepertinya semakin banyak. Ada rasa ketakutan si kucing sedang sakit atau ketakutan bulu kucing tak setebal dan seindah dulu lagi.
Masalah kerontokan bulu merupakan masalah yang sering menyerang kucing, apalagi yang berbulu panjang. Mengatasi masalah ini gampang-gampang susah karena penyebabnya yang banyak.
Sebenarnya ada berbagai penyebab dari kerontokan bulu pada kucing peliharaan kita, antara lain :
1. Rontok normal
Dalam kondisi normal, umumnya kucing peliharaan baik, kucing lokal, persia atau anggora akan mengalami kerontokan bulu secara alami, setidaknya satu kali di dalam setahun yang kemudian diikuti pertumbuhan bulu baru. Beberapa kucing mengalami kerontokan 2 atau beberapa kali setahun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Kerontokan yang tidak terlalu banyak juga terjadi pada kucing betina secara periodik sesuai siklus reproduksi kucing.
Sebenarnya ada berbagai penyebab dari kerontokan bulu pada kucing peliharaan kita, antara lain :
1. Rontok normal
Dalam kondisi normal, umumnya kucing peliharaan baik, kucing lokal, persia atau anggora akan mengalami kerontokan bulu secara alami, setidaknya satu kali di dalam setahun yang kemudian diikuti pertumbuhan bulu baru. Beberapa kucing mengalami kerontokan 2 atau beberapa kali setahun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Kerontokan yang tidak terlalu banyak juga terjadi pada kucing betina secara periodik sesuai siklus reproduksi kucing.
2. Kekurangan nutrisi
Anak kucing atau kitten akan membutuhkan nutrisi dengan kandungan protein minimal 30 %, sedangkan kucing anggora dewasa 25-30 %. Selain itu juga membutuhkan berbagai vitamin dan nutrisi lain agar tetap sehat dan keadaan kulit dan bulu juga tetap optimal. Makanan kucing komersial yang relatif murah biasanya mempunyai kanduingan protein yang rendah dan tidak mengandung berbagai vitamin dan nutrisi tambahan yang diperlukan kucing. Solusinya ganti atau campur dengan makanan yang lengkap dan seimbang nutrisinya (balanced & complete nutrition). Vitamin yang berhubungan erat dengan perkembangan bulu adalah vitamin A dan E.
3. Kelebihan vitamin/ketidakseimbangan nutrisi
Sepertihalnya kekurangan vitamin, kelebihan vitamin juga dapat menyebabkan bulu rontok dan kulit kering, berkerak dan mengelupas, hal ini terjadi tentunya karena pengaruh vitamin yang tida sesuai dengan tubuh dan pencernaan kucing kesayangan kita.
4. Suhu kandang/tempat tinggal terlalu panas
Fungsi kulit dan bulu adalah untuk melindungi badan dari berbagai pengaruh lingkungan dan penyakit. Kulit dan bulu juga berusaha mengatur suhu tubuh dalam batas tertentu. Pada tempat beriklim dingin bulu akan terangsang untuk tumbuh lebih tebal dan panjang karena berfungsi mencegah hilangnya panas dari tubuh. Sebaliknya kucing persia cenderung me rontokkan bulu nya sendiri bila lingkungan tempat tinggalnya terlalu panas. Tempatkanlah kucing ditempat yang sejuk, kering dan bersih dengan sirkulasi udara yang lancar.
5. Mandi dan Shampooan
Kucing juga seperti manusia, perlu mandi dan keramas. Tapi yang harus diperhatikan adalah sabun dan Shampo untuk kucing harus yang sesuai. Shampoo yang tidak sesuai untuk kucing baik dari segi kandungan dan derajat keasaman (ph) dapat menyebabkan kerontokan. Beberapa shampoo yang banyak busanya mempunyai kandungan deterjen yang cukup tinggi yang dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kerontokan. Frekuensi mandi yang terlalu sering dapat mempengaruhi kelembaban normal kulit & bulu kucing. Kelembaban yang berlebihan dapat menjadi tempat yang sesuai bagi berkembangnya jamur. Sebaliknya kelembaban yang rendah membuat kulit dan bulu kering dan rapuh. Pembilasan dan pengeringan yang sempurna juga dapat membuat kulit iritasi dan bulu rontok.
6. Kutu/Pinjal (flea)
Gigitan oleh pinjal bisa menimbulkan kemerahan, bengkak dan radang ringan disekitar gigitan. jika jumlahnya relatif tidak sedikit, maka akan menyebabkan reaksi alergi dan radang pada kulit semakin meningkat, dan sebagai efeknyapun maka akan mempertinggi resiko kerontokan bulu yang tumbuh di atas kulit tersebut
7. Tungau (Mites)
Kebanyakan tungau hidup dengan menghisap cairan tubuh yang terdapat dikulit, sehingga akhirnya kulit mati dan kering akibat kekurangan cairan dan nutrisi. Tungau seperti demodex dan scabies sering menyerang kucing. Mahluk ini hidup dan tinggal di bawah kulit dalam lubang dan terowongan yang digalinya sendiri. Reaksi alergi dan radang yang muncul juga dapat memperparah kerusakan kulit dan bulu.
8. Jamur (fungus/mold)
Indonesia yang berada di daerah tropis dengan kelembaban tinggi merupakan daerah yang cocok bagi tumbuhnya berbagai jenis jamur. Bulu tebal dan panjang pada kucing juga menciptakan tempat yang cocok bagi tumbuhnya jamur. Salah satu penyakit kulit yang sering disebut Ringworm juga disebabkan oleh jamur. Selain menyerang kucing & anjing, penyakit ini juga dapat menyerang manusia dan menyebabkan gatal-gatal serta kemerahan pada kulit.
9. Alergi
Alergi dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti gigitan kutu, makanan, vaksin dan obat-obatan, rumput atau tanaman lain, plastik, dll. Pemecahan masalah alergi relatif mudah yaitu dengan pemberian antihistamin dan menghindarkan kontak dengan bahan penyebab alergi, yang sulit adalah mencari dan mengidentifikasi bahan penyebab alerginya.
10. Obat-obatan
Obat-obatan anti kanker pada saat menjalani kemoterapi juga dapat menyebabkan bulu rontok. Suntikan beberapa jenis obat dapat menyebabkan kerontokan disekitar tempat suntikan. Bulu biasanya akan tumbuh kembali setelah efek obat habis.
11. Gangguan hormon
Gangguan pada produksi beberapa hormon juga dapat mempengaruhi keadaan kulit dan bulu. Salah satu yang paling jelas adalah kebotakan yang bersifat simetris pada kedua sisi tubuh akibat gangguan pada hormon adrenal.
Gangguan pada produksi beberapa hormon juga dapat mempengaruhi keadaan kulit dan bulu. Salah satu yang paling jelas adalah kebotakan yang bersifat simetris pada kedua sisi tubuh akibat gangguan pada hormon adrenal.
12. Gangguan kekebalan
Kerontokan bulu juga terjadi pada beberapa penyakit gangguan kekebalan tubuh seperti autoimun, dimana tubuh kucing telah mengalami penurunan kemampuan terhadap kekebalan tubuhnya hingga rentan terserang virus dan bakteri disekitarnya.
Cara mengatasi Berilah makanan kucing yang baik, sehat dan bergizi yg seimbang. Bila perlu berikan vitamin tambahan untuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuhnya. Konsultasikan dengan dokter hewan anda obat atau vitamin apa yang cocok untuk si manis.
Demikian 12 penyebab kerontokan bulu kucing hias peliharaan kita, semoga artikel bintang peliharaan tentang kucing ini bermanfaat. terimakasih.
Anonim
08.45
CB Blogger
Indonesia

















