Home » All posts
Aneka-Peliharaanhias---
1. Burung Cucak Hijau/ Ijo
Burung yang miliki corak bulu berwarna hijau diselruh tubuhnya dan mimiliki warna hitam menyerupai topeng di wajahnya dengan paruh yang cukup kecil. Semua hobbis pasti tahu kelebihan cucak hijau, selain suaranya yang merdu, cucak hijau juga mampu menirukan suara burung lain, karena itu sering cucak hijau dijadikan panjingan untuk burung lain yang malas berkicau.
Warnanya indah, ekornya panjang, semakin panjang ekornya harganya akan semakin mahal. 1 juta sampai ratusan juta rupiah untukk murai yang telah juara. Burung yang sangat manja ini.
3. Burung Pokse Hongkong
Sesuai namanya burung jenis ini berasal dari hongkong, penampilannya ukuran tubuh lebih besar dari burung Cucak Hijau dan Muarai Batu, kelebihan dari burung Pokse Hongkong ketika berkicau dia akan bergerak melebarkan sayapnya dan bergoyang seperti menari.
4. Burung Cucak Cungko.
Burung Cucak Cungko masih berkerabat dengan burung Cucak Hijau, bedanya Cucak Cungko mempunyai variasi warna yang lebih banyak ditubuhnya yang di dominasi warna orange dan biru tua. harga dipasaran sekitar 3 jutaan.
5. Burung Wambi
Burung Wambi juga merupakan burung yang mahal, jenis burung ini juga berasal dari china, uniknya warna tubuhnya kecoklatan dengan warna putih disekitar matanya seolah-olah burung ini memakai kacamata. Harga bakalan burung ini saja berkisar antara 2 sampai 4 juta rupiah.
6. Burung Cucak Rowo
Kincauannya sudah terkenal sangat merdu harga yang biasa saja bisa mencapai 2-5 juta, apalagi jika keturunan sang juara harganya bisa berlipat-lipat dari hari cucak Rowo biasa.
7. Burung Jalak Suren/ Jalak Uret
Burung Jalak Suren atau sering juga disebut Jalak Uret memiliki bulu berwarna hitam dan putih. serta paruhnya yang unik. Burung ini memiliki tubuh yang kokoh dan terlihat kuat, selain itu suara kicauannya sangat merdu dan nyaring. Jalak suren biasa di bandrol dengan harga 500 rb hingga 2 juta rupiah.
Burung Kacer yang memiliki nama lain Jalak Poci ini terkenal memiliki kicauan indah dan nyaring ini, juga pandai menirukan suara burung lain. Sering dipakai dalam perlombaan.
Harga burung ini ada pada kisaran harga 250rb hingg 1 jt rupiah
9. Burung Anis Merah
Burung ini seberanya tidaklah berwarna merah seperti namanya, Para hobbis sering juga menyebutnya dengan nama burung Punglor, burung Anis Merah tergolong sangat unik dan menarik, ketika sedang berkicau burung ini bergerak kadang seperti orang teler.
Harga buurung Anis Merah sekitar 500rb hingga 1 juta rupiah.
10. Burung Kenari
Burung ini diyakini berasal dari pulau Canary,
Selain perawatanya yang mudah, bentuk tubuhnya yang bagus serta suaranuya yang gacor, menyebabkan para hobbis memburu burung kenari dengan jenis unggul.
Harganya antara 200ribu hingga jutaan rupiah.
Aneka-Peliharaanhias----Masing-masing daerah memiliki karakteristik lankap alam dan kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Tanah di daerah pegunungan tentunya berbeda dengan dataran rendah yang memiliki lahan basah dan banyak rawa. Penelitian yang banyak dipublikasikan menyatakan bahwa Indonesia memiliki lahan basah sekitar 396.462 km2 (sekitar 20,8% luas wilayahIndonesia) yang tersebar terutama di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Ekosistem lahan basah mempunyai peran yang nyata dalam perkembangan masyarakat Indonesia. Sejak jaman dahulu berbagai suku bangsa yang menempati ekosistem lahan basah menjalin hubungan dan budaya mereka melebur menjadi budaya bangsa Indonesia. Oleh karena itu lahan basah merupakan wilayah yang strategis bagi Indonesia.
Lahan basah yang dimaksud di sini adalah ekosistem rawa, termasuk rawa bergambut yang dipengaruhi oleh air tawar maupun payau. Lahan basah meliputi wilayah pantai, lahan rawa-rawa, lahan bergambut, lahan berpotensi sulfat masam baik yang alami maupun yang artifisial, yang permanen maupun yang temporer, termasuk wilayah mangrove. Wilayah lahan basah memiliki beberapa karakteristik yang unik yaitu: 1. merupakan dataran rendah yang membentang sepanjang pesisir, 2. merupakan wilayah yang mempunyai elevasi rendah, 3. beberapa tempat dipengaruhi oleh pasang surut untuk di wilayah dekat dengan pantai, 4. dipengaruhi oleh musim yang terletak jauh dari pantai, dan 5. sebagian besar wilayah ini tertutupi dengan gambut.
Membangun sebuah kolam ikan hias Koi dan lainnya, tentunya harus disesuaikan dengan kondisi tanah yang bersangkutan. Terutama untuk membangun kolam koi di daerah lahan basah dan gambut yang tanahnya bersifat lembek dan berair, harus benar-benar diperhatikan pondasi dasarnya agar kolam yang terbuat dari bata dan semen tidak retak dan bocor. Sama seperti pembangunan rumah oleh penduduk setempat, perlu tips dan trik khusus untuk membangun kolam ikan hias.
Berikut ini blog Aneka-Peliharaanhias, mencoba berbagi tentang bagaimana cara membuat merawat kolam ikan hias Koi di lahan gambut agar tidak mudah rusak, baik mengalami kebocoran atau retak pada bagian dinding kolamnya.
1 Persiapan lahan dan Taman
Pilhan lahan tentu saja melihat tata letak dan tampilan keberadaan kolam yang akan dibangun. Sama seperti pembangunan kolam ikan hias lainnya, kebutuhan dasarnya adalah dibangun untuk memperindah taman dan halaman.
2. Pemasangan Podasi Dasar Kolam
Pondasi dasar kolam yang dibangun di lahan gambut yang basah diperlukan diperkuat dengan kayu galam.
Pondasi dasar kolam yang dibangun di lahan gambut yang basah diperlukan diperkuat dengan kayu galam.
3. Pemasangan Bata dan semen
4. Pengecatan
5. Perawatan kolam dan ikan
VIDEO PEMBUATAN KOLAM IKAN HIAS KOI DI LAHAN GAMBUT :
Aneka-Peliharaanhias----Seperti kita ketahui bersama, ikan dan Tanaman dalam Suatu Aquarium memerlukan suhu yang sesuai. Air yang sesuai untuk aquarium untuk menghindari beberapa akibat dari tidak sesuainya kondisi suhu air dalam aqurium tersebut. Sebut saja timbulnya berbagai penyakit seperti white Spoot atau penyakit mata pada Ikan yang disebabkan bakteri dan protozoa yang tumbuh subur dalam kondisi air tertentu (dingin). Karena itu untuk menghindari kondisi air yang terlalu dingin dan tidak sesuai dengan ikan maka perlu dilakukan pemanasan dengan menggunakan heater yang mampu menghangatkan dan memanaskan air dalam suhu air Aquarium yang optimal untuk ikan.
Ada beragam jenis dan ukuran heater yang dapat dipergunakan, tetapi dalam penggunaannya harus disesuainya dengan ukuran aquarium atau kolam anda, dan seberapa besar jumlah volume air yang ada dalam aquarium-kolam tersebut.
Jika dilihat dari ukuran heather, semakin panjang heather maka tentu saja Power akan semakin besar.
Berikut ukuran yang biasa direkomendasikan untuk penggunaan Heater dan Aquarium yang benar adalah :
Jika dilihat dari ukuran heather, semakin panjang heather maka tentu saja Power akan semakin besar.
Berikut ukuran yang biasa direkomendasikan untuk penggunaan Heater dan Aquarium yang benar adalah :
Ukuran 25 Watt = < 25 Liter / 6.5 Galon
Ukuran 50 Watt = < 50 Liter / 13 Galon
Ukuran 75 Watt = < 75 Liter / 20 Galon
Ukuran 100 Watt = < 100 Liter / 25 Gal
Ukuran 150 Watt = < 150 Liter / 40 Galon
Ukuran 200 Watt = < 200 Liter / 50 Galon
Ukuran 300 Watt = < 300 Liter / 75 Galon.
Atau disesuaikan dengan Indikator di bawah ini :
Atau disesuaikan dengan Indikator di bawah ini :
![]() |
| Indikator Pemasangan Heater Aquarium |
Cek benar-benar kondisi awal heater yang baru dibeli biasanya ada peringatan instalasi pada manual book ada petunjuk berupa :
"Check Glass or Cable has not been damaged in transit before installing heater". yang terjemahan bebas artinya kurang lebih begini: silakan kita cek kondisi gelas kaca dan kabel dari heater tersebut agar tidak ada kerusakan dan kebocoran.
Atur Adjuster dengan memperhatikan temperatur scale (temperatur sekala) sesuai dengan kebutuhan dan ukuran dari volume air dalam aquarium.
![]() |
| Pengaturan temperatur scale heather Aquarium |
Letakan heater pada posisi yang tepat yaitu di area yang dapat membagi sumber air hangat kesekitar Aqurium, juga perlu diperhatikan peletakan Heater tidak menghalangi pandangan mata pada isi dan keindahan Aquarium. Letakan heater dipojok belakang disekitar arus Aerator yang mengalir. Tujuannya agar suhu air hangat dapat terdisitribusi keseluruh penjuru Aquarium, oleh arus dari aerator yang mengalirkan air dan gelembung udaranya.
Demikian cara menggunakan heater atau penghangat aquarium agar ikan terawat, pertumbuhan ikan kita lebih baik dan maksimal, Semoga bermanfaat. Terimakasih.
Aneka-Peliharaanhias---Tanaman hias Jengger ayam merah, simerah meriah yang cantik dan menawan di taman, begitulah orang mengatakannya. Bunganya yang berwana merah menyala sangat menarik dan menggoda mata untuk dapat memandanginya.
Mengapa Dinamakan Jengger Ayam?
Ternyata bentuk bunganya yang menyerupai daging merah yang tumbuh di bagian kepala ayam jantan menyebabkan tanaman bunga dari famili Amaranthaceae ini dinamakan jengger ayam. Orang menanamnya sebagai tanaman hias. Bunganya yang beraneka warna selain merah, mempercantik penampilan halaman, apalagi jika ditanam dalam rimbunan bunganya yang beraneka warna.
Jengger ayam memiliki nama ilmiah Celosia cristata, L., dengan nama sinonim Celosia argentea, L. Dan mengutip dari theflowerexpert.com, nama celosia berasal dari bahasa Yunani “kelos” yang berarti “terbakar”, mengacu dari bentuk bunganya yang merah terang di ujung batang.
Jengger ayam adalah tanaman semusim, tumbuh tegak dengan tinggi antara 60 cm - 90 cm. Batangnya tebal dan kuat.
Daunnya daun tunggal, tumbuh berseling, berbentuk bulat telur sampai memanjang dengan panjang 5 cm - 12 cm dan lebar 3,5 cm - 6,5 cm, berujung runcing, bertepi rata dan berwarna hijau atau berwarna perunggu, bergantung pada kultivarnya, dengan sedikit garis merah di tengah-tengah daun.
Bunganya bunga majemuk, berbentuk bulir, di ujung batang atau di ketiak daun, dengan daun pelindung pendek, dengan jumlah benang sari lima. Tangkai sari pada pangkalnya bersatu berbentuk cawan, putik berbentuk benang, kepala putik berbentuk bulat. Bunga selain berwarna cerah, juga ada kultivar berwarna kuning, oranye. Buahnya bulat telur, berwarna merah kehijauan. Bijinya berbentuk ginjal, keras, hitam.
Jengger ayam pada umumnya tidak tumbuh liar melainkan di taman-taman atau halaman rumah sebagai tanaman hias dan tempat-tempat lain hingga ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. tanaman bunga jengger ayam atau Celosia tumbuh subur didataran tinggi yang sejuk, banyak dijumpai di taman-taman puncak. Bagi para hobies yang mau menanamnya didataran rendah juga bisa tetapi perlu perlakuan khusus, seperti tempatkan Celosia di ditempat terbuka teduh yang tidak terkena matahari langsung.
Mengutip dari Wikipedia, tumbuhan ini banyak dikenal di Sulawesi dengan sebutan tatara manuk, sapiri manu, bunga api-api, laya, langgelo, kaputi ayam, rangrang jangang, bunga lali manu, dan puwa ri sawito. Situs warintek.ristekdikti.go.id menambahkan tumbuhan ini di Makassar disebut barang jangan.
Di Jawa, tanaman bunga ini selain dikenal dengan nama jengger ayam, jawer kotok, bayem cenggeng (Jawa), juga disebut jawer hayam (bahasa Sunda), jhanggar ayam (Madura) atau rebha mangsor.
Di Bali, orang menyebutnya janggar siap. Di Nusa Tenggara, tanaman ini disebut bunak manulalarit (Timor), ndae ana sina (Rote), atau juga janggar siap.
Di Sumatera, mengutip dari warintek.ristekdikti.go.id, tumbuhan ini disebut sebagai celala (Gayo), banda ulu (Batak), dan bunga tali (Palembang), dan bayam biludu (Sumatera Barat).
Orang Maluku menyebutnya tiko ma rerede (Halmahera), sule-sule (Ternate). Nama lain yang dikenal adalah wire, kolak, toko.
Dalam bahasa Inggris, tanaman ini disebut cockscomb, dan mengutip dari theflowerexpert.com, juga disebut wool flowers atau brain celosia. Di Tiongkok, tanaman ini disebut chi kuan.
Tidak diketahui asal tanaman ini, mengutip dari theflowerexpert.com, tetapi para ahli memperkirakan berasal dari Afrika, India, dan Amerika Utara ataupun Amerika Selatan. Tiga spesies dari Celosia, yakni cristata, argentea, dan spicata, diintroduksi ke Inggris pada 1570.
Wikipedia menyebutkan tumbuhan ini tahan dari serangan penyakit, dapat ditanam di luar rumah ataupun di dalam rumah, walaupun lebih menyukai tumbuh di tempat terbuka, terpapar langsung matahari dengan sistem drainase yang baik.
Cara Menanam Tanaman Hias Jengger Ayam
Menurut pengalaman penulis menanam Jengger ayam tidak harus memiliki keahlian khusus, karena tanaman ini sangat mudah di tanam dan dipelihara serta tidak perlu perlakuan khusus cukup lakukan seperti pada tanaman hias lain pada umumnya. Penamaman dapat dilakukan di dalam Pot atau langsung di Lahan perkarangan yang tersedia, berikut Aneka-Peliharaanhias bagikan cara menanam bunga jengger ayam secara sederhana di pekarangan rumah;
1. Menyiapkan Lahan Tanam
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah terlebih dahulu menyiapkan lahan tanam sama seperti cara menanam bunga cosmos . Agar tanah bersifat netral maka minimal lahan tanam disipkan 1 minggu sebelum tanam. Untuk memudahkan pengolahan tanah, maka dibuatkan lahan tanam bedengan.
Berikut tahap pengolahan tanahnya.
- Untuk membuat bedengan, anda membutuhkan peralatan berupa cangkul, garpu dan koret.
- Ukuran bedeng dibuat dengan ukuran pxl sebesar 1×0.5 meter.
- Cangkul yang gemburkan tanah yang akan di buat lokasi tanam bunga jengger ayam.
- Kemudian buat bedengan dengan ukuran yang telah di tentukan tadi.
- Kemudian sebarkan pupuk kandang atau kompos secara merata di atas permukaan bedengan.
- Kemudian diamkan selama 1 minggu, baru setelahnya dapat dilakukan penanaman.
2. Membeli Bibit Tanaman Bunga Jengger Ayam
Seperti yang telah di jelaskan tadi bahwa bunga jengger ayam dapat di tanam melalui biji berbeda dengan cara menanam bunga calla lily . Untuk mendapatkan bijinya anda harus memiliki tanaman indukan.
Namun, tentu saja anda bisa mencari cara yang lebih mudah. Benih bunga jengger ayam sudah banyak di jual di toko bibit tanaman hias. Atau jika ingin lebih praktis maka anda bisa membelinya melalui situs online yang bisa kita temukan di internet.
Tentu saja anda harus membelinya di situs dan penjual yang terpercaya. Jangan sungkan untuk menanyakan informasi lengkap mengenai benih yang akan anda beli. Karena jangan sampai saat sudah di beli malah, kita merasa tertipu karena tidak menanyakan dengan detail informasi mengenai benih. Untuk menjaga kualitas dan daya tumbuh benih, sebaiknya simpan benih di tempat yang sejuk dan tidak terkena cahaya matahari langsung.
3. Menanam Bibit Di Lahan
Setelah benih siap, maka tahap selanjutnya adalah melakukan penanam di lahan seperti pada cara menanam bunga dandelion . Untuk mempermudah, anda bisa langsung menanam biji ke dalam bedengan. Mengingat umur tanaman ini pendek maka melakukan persemaian akan sedikit memperlama waktu tanam.
Jika benih yang anda pilih merupakan benih yang berkualitas maka anda tidak perlu mengkhawatirkan biji tidak tumbuh. Berikut Aneka-Peliharaanhias bagikan cara menanam bunga jengger ayam yang baik dan mudah untuk anda.
- Sebelum di tanam sebaiknya lahan tanam benar benar bersih, jika ada gulma yang tumbuh sebaiknya di singkirkan terlebih dahulu.
- Setelah itu, anda dapat melakukan penanaman dengan cara menyebarkan benih ke permukaan bedengan.
- Cara ini seperti saat anda menanam sayuran bayam, karena bijinya berukuran kecil jadi pastikan anda menyebarkannya secara merata.
- Kemudian taburkan pupuk kandang halus atau kompos untuk menutupi biji yang telah di sebar tadi.
- Tutup hingga biji tidak ada yang muncul kepermukaan.
- Kemudian setelahnya siram menggunakan air secukupnya. Sebaiknya penyiraman dilakukan dengan menggunakan semprotan atau handsprayer.
- Jika ada benih yang muncul kepermukaan sebaiknya taburkan kembali pupuk kandang halus untuk menutupinya.
- Setelah 2-4 hari biji akan mulai berkecambah dan pada hari ke 7 tanaman muda akan mulai muncul dari permukaan tanah.
- Pada saat ini tanaman rentan di serang serangga seperti jangkrik dan bekicot, untuk intu anda bisa menyebarkan Fudaradan 3G di permukaan media tanam.
- Lakukan juga penyiraman rutin, untuk menjaga pertumbuhan tanaman.
4. Penjarangan Tanaman
Setelah 2 minggu maka tanaman akan mulai tumbuh dengan 3-4 helai daun sejatinya. Pada saat ini, anda harus melakukan penjarangan tanaman, agar tanaman dapat memiliki pertumbuhan yang optimal seperti pada tata cara menanam bunga balsam.
Lakukan penjarangan pada tanaman yang tumbuh terlampau rapat, berdekatan dan bertumpuk. Pindahkan pada bedengan dengan jarak yang ideal. Penjarangan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perebutan unsur hara antar tanaman. Perebutan ini tentu akan menyebabkan tanaman yang kalah akan mengalami pertumbuhan yang lambat dan kalah dibandingkan yang lainnya. Tentu saja hal ini akan berdampak pada masa berbunga yang tidak serempak.
5. Perawatan dan Pemeliharaan
Pemeliharaan dan perawatan dilakukan agar tanaman dapat tetap tumbuh dan pada akhirnya dapt menghasilkan bunga. Pemeliharaan pada tanaman ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tanaman hias lainnya seperti pada cara menanam mawar hitam dari biji . Ada beberapa hal perlu anda perhatikan antara lain sebagai berikut :
Penyiraman
Penyiraman dilakukan secara rutin minimal sehari 2 kali sejak tanaman muda. Kemudian saat tanaman sudah mulai dapat tumbuh dengan baik, maka penyiraman dapat di kurangi dan di sesuaikan dengan kondisi tanaman dan lahan tanam. Pada musin hujan sebaiknya anda tidak perlu melakukan penyiraman. Cukup buat saluran irigasi sebaik mungkin agar tidak ada air yang menggenang di bedengan yang dapat menyebabkan akar tanaman membusuk.
Pembumbunan
Untuk pembumbunan harus di lakukan secara rutin setiap 2 minggu sekali. Pembumbunan dilakukan agar akar tanaman lebih kuat mencengkerang tanah, sehingga tanaman tida mudah rebah. Apalagi jika sampai akan tanaman muncul kepermukaan tanah, maka akan bisa berdampak pada pertumbuhan tanaman.
Penyiangan
Untuk penyiangan anda bisa melakukannya berbarengan dengan pembumbunan. Penyiangan dilakukan untuk mematikan pertumbuhan gulma di sekitar tanaman. Sehingga tidak ada persaingan perebutan hara antara tanaman dan gulma.
Pemupukan
Untuk pemupukan sendiri anda cukup menggunakan pupuk kandang yang di tambahkan kedalam bedengan. Tidak perlu menambahkan pupuk anorganik lain. Karena pada dasarnya tidak di pupukpun tanaman ini dapat tumbuh dengan baik.
Pemangkasan Daun Tanaman
Pemangkasan ini dilakukan jika kondisi daun tanaman terlalu rimbun. Maka tentu perlu dilakukan penjarangan agar hara tanaman tidak digunakan untuk pertumbuhan daun tanaman saja melainkan untuk menghasilkan bunga dengan cepat. Lakukan pemangkasan pada musim kemarau saja, selain mengurangi penguapan, cara ini dapat menghindari bekas luka pangkasan di serang cendawan atau bakteri berbahaya.
Penyiraman dilakukan secara rutin minimal sehari 2 kali sejak tanaman muda. Kemudian saat tanaman sudah mulai dapat tumbuh dengan baik, maka penyiraman dapat di kurangi dan di sesuaikan dengan kondisi tanaman dan lahan tanam. Pada musin hujan sebaiknya anda tidak perlu melakukan penyiraman. Cukup buat saluran irigasi sebaik mungkin agar tidak ada air yang menggenang di bedengan yang dapat menyebabkan akar tanaman membusuk.
Pembumbunan
Untuk pembumbunan harus di lakukan secara rutin setiap 2 minggu sekali. Pembumbunan dilakukan agar akar tanaman lebih kuat mencengkerang tanah, sehingga tanaman tida mudah rebah. Apalagi jika sampai akan tanaman muncul kepermukaan tanah, maka akan bisa berdampak pada pertumbuhan tanaman.
Penyiangan
Untuk penyiangan anda bisa melakukannya berbarengan dengan pembumbunan. Penyiangan dilakukan untuk mematikan pertumbuhan gulma di sekitar tanaman. Sehingga tidak ada persaingan perebutan hara antara tanaman dan gulma.
Pemupukan
Untuk pemupukan sendiri anda cukup menggunakan pupuk kandang yang di tambahkan kedalam bedengan. Tidak perlu menambahkan pupuk anorganik lain. Karena pada dasarnya tidak di pupukpun tanaman ini dapat tumbuh dengan baik.
Pemangkasan Daun Tanaman
Pemangkasan ini dilakukan jika kondisi daun tanaman terlalu rimbun. Maka tentu perlu dilakukan penjarangan agar hara tanaman tidak digunakan untuk pertumbuhan daun tanaman saja melainkan untuk menghasilkan bunga dengan cepat. Lakukan pemangkasan pada musim kemarau saja, selain mengurangi penguapan, cara ini dapat menghindari bekas luka pangkasan di serang cendawan atau bakteri berbahaya.
Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman (HPT)
Hama dan penyakit tanaman sangat jarang ditemukan pada tanaman ini. Meskipun tahan terhadap serangan tentunya kita tetap harus berjaga jaga. Untuk itu anda bisa melakukan penyemprotan pestisida setiap 3 bulan sekali. Dengan menjaga kebersihan lahan dan sanitasi lingkungan, maka hama dan penyakit tidak akan mendekati tanaman ini.
Tanaman Hias Jengger ayam Cantik Berkhasiat Besar
Tanaman hias Jengger ayam ternyata selain indah, cantik dan menarik di tanam sebagai tanaman hias, ternyata juga menyimpan khasiat lain selain menjadi penghias halaman. Baik daun ataupun bunganya dapat dimanfaatkan sebagai sayuran, mengingat jengger ayam satu keluarga dengan sayuran bayam. Tumbuhan ini dibudidayakan di India, Afrika Barat dan Amerika Selatan sebagai bahan pangan.
Aneka-Peliharaanhias, mengutip dari Wikipedia, Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia, menyebutkan jengger ayam memiliki rasa manis dan sejuk, dan dapat digunakan untuk antiradang, menghentikan keputihan, dan menerangkan penglihatan. Tanaman ini dapat menghentikan perdarahan, seperti pada batuk darah, muntah darah, mimisan, dan wasir berdarah.
Bunga jengger ayam mengandung minyak lemak, kaempferitrin, amaranthin, pinitol, sedangkan pada daun terdapat saponin, flavonoida, dan polifenol.
Studi di Indonesia, seperti dimuat dalam etd.repository.ugm.ac.id, menyebutkan tumbuhan jengger ayam adalah salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai sumber antioksidan yang potensial.
Bunga jengger ayam juga memiliki kemampuan antibakteri. Yulia Pita Sari, Darwis Welly, dan Supriati Rochmah, meneliti ekstrak bunga tanaman jengger ayam sebagai antibakteri dalam karya penelitian untuk tesis di Universitas Bengkulu (2014). Melalui penelitian berjudul “Uji Efektivitas Ekstrak Bunga Tanaman Jengger Ayam (Celosia cristata, L.) sebagai antibakteri Shigella dysenteriae Kiyoshi Shiga dan Salmonella typhi Karl Ebert, para peneliti dari Departemen Ilmu Biologi Fakultas MIPA tersebut berdasarkan hasil analisis ANOVA mendapatkan hasil konsentrasi efektif ekstrak bunga jengger ayam dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae yaitu 15 persen (150 µg/ml), untuk bakteri Salmonella typhi yaitu konsentrasi 35 persen (350 µg/ml).
Ekstrak bunga tanaman jengger ayam, menurut penelitian yang dapat dibaca di repository.unib.ac.id itu, lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae dan bakteri Salmonella typhi dibandingkan larutan pembanding kloramfenikol.
Uji efektivitas ekstrak bunga tanaman jengger ayam dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. dysentriae didapatkan H0 (perlakuan ekstrak tidak menghambat pertumbuhan bakteri S. dysentriae) diterima dan H1 (perlakuan ekstrak menghambat pertumbuhan bakteri S. dysentriae) ditolak dan untuk hasil uji efektivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi didapatkan H0 (perlakuan ekstrak tidak menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi) ditolak dan H1 (perlakuan ekstrak menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi) diterima.
Demikian artikel sederhana tentang Tanaman Hias Jengger Ayam Merah atau Celosia argentea yang cantik, yang juga berkhasiat untuk tanaman obat. Semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat bagi anda yang ingin menanam Tanaman Hias Jengger Ayam Merah atau Celosia argentea, agar tumbuh dengan baik. Terimakasih.
Anonim
21.49
CB Blogger
IndonesiaHama dan penyakit tanaman sangat jarang ditemukan pada tanaman ini. Meskipun tahan terhadap serangan tentunya kita tetap harus berjaga jaga. Untuk itu anda bisa melakukan penyemprotan pestisida setiap 3 bulan sekali. Dengan menjaga kebersihan lahan dan sanitasi lingkungan, maka hama dan penyakit tidak akan mendekati tanaman ini.
Tanaman Hias Jengger ayam Cantik Berkhasiat Besar
Tanaman hias Jengger ayam ternyata selain indah, cantik dan menarik di tanam sebagai tanaman hias, ternyata juga menyimpan khasiat lain selain menjadi penghias halaman. Baik daun ataupun bunganya dapat dimanfaatkan sebagai sayuran, mengingat jengger ayam satu keluarga dengan sayuran bayam. Tumbuhan ini dibudidayakan di India, Afrika Barat dan Amerika Selatan sebagai bahan pangan.
Aneka-Peliharaanhias, mengutip dari Wikipedia, Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia, menyebutkan jengger ayam memiliki rasa manis dan sejuk, dan dapat digunakan untuk antiradang, menghentikan keputihan, dan menerangkan penglihatan. Tanaman ini dapat menghentikan perdarahan, seperti pada batuk darah, muntah darah, mimisan, dan wasir berdarah.
Bunga jengger ayam mengandung minyak lemak, kaempferitrin, amaranthin, pinitol, sedangkan pada daun terdapat saponin, flavonoida, dan polifenol.
Studi di Indonesia, seperti dimuat dalam etd.repository.ugm.ac.id, menyebutkan tumbuhan jengger ayam adalah salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai sumber antioksidan yang potensial.
Bunga jengger ayam juga memiliki kemampuan antibakteri. Yulia Pita Sari, Darwis Welly, dan Supriati Rochmah, meneliti ekstrak bunga tanaman jengger ayam sebagai antibakteri dalam karya penelitian untuk tesis di Universitas Bengkulu (2014). Melalui penelitian berjudul “Uji Efektivitas Ekstrak Bunga Tanaman Jengger Ayam (Celosia cristata, L.) sebagai antibakteri Shigella dysenteriae Kiyoshi Shiga dan Salmonella typhi Karl Ebert, para peneliti dari Departemen Ilmu Biologi Fakultas MIPA tersebut berdasarkan hasil analisis ANOVA mendapatkan hasil konsentrasi efektif ekstrak bunga jengger ayam dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae yaitu 15 persen (150 µg/ml), untuk bakteri Salmonella typhi yaitu konsentrasi 35 persen (350 µg/ml).
Ekstrak bunga tanaman jengger ayam, menurut penelitian yang dapat dibaca di repository.unib.ac.id itu, lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae dan bakteri Salmonella typhi dibandingkan larutan pembanding kloramfenikol.
Uji efektivitas ekstrak bunga tanaman jengger ayam dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. dysentriae didapatkan H0 (perlakuan ekstrak tidak menghambat pertumbuhan bakteri S. dysentriae) diterima dan H1 (perlakuan ekstrak menghambat pertumbuhan bakteri S. dysentriae) ditolak dan untuk hasil uji efektivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi didapatkan H0 (perlakuan ekstrak tidak menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi) ditolak dan H1 (perlakuan ekstrak menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi) diterima.
Demikian artikel sederhana tentang Tanaman Hias Jengger Ayam Merah atau Celosia argentea yang cantik, yang juga berkhasiat untuk tanaman obat. Semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat bagi anda yang ingin menanam Tanaman Hias Jengger Ayam Merah atau Celosia argentea, agar tumbuh dengan baik. Terimakasih.
Aneka-Peliharaanhias---Beberapa masalah terhadap Tanaman kaktus dapat terjadi, seperti yang penah penulis alami terhadap tanaman kaktus kami. Mula-mula yang terjadi adalah tanaman kaktus terlihat berubah warna, kering, lalu beberapa bagian tanaman atau daun terkulai, hingga akhirnya kaktus mati.
![]() |
| Tanaman Hias Kaktus dan Sukulen |
Ada beberapa gejala tanda kaktus Anda sakit dan terdapat beberapa langkah yang bisa Anda lakukan pada tanaman tersebut. Berikut beberapa gejala dan serangan sakit pada kaktus dan cara penanggulangannya:
1. Pucuk batang kisut dan bagian bawah agak membusuk:
Penyebab:
Inilah tanda kaktus kelebihan air yang menyebabkan media tanam juga ikut basah atau terandam dalam jangka waktu yang lama.
Cara Mengatasi :
Ganti media yang sesuai, lalu siramlah tanaman Kaktus seperlunya karena kaktus sejatinya tanaman gurun yang mampu hidup dengan kondisi minim air.
![]() |
| Kaktus Membusuk dan Mati |
2. Permukaan batang burik:
Penyebab:
Ini adalah tanda tanaman kaktus terserang hama tungau.
Cara Mengatasi :
Semprotkan insektisida dosis rendah sesuai anjuran pemakaian, serta terkena banyak sinar matahari.
3. Batang kurus tumbuh memanjang:
Penyebab:
Ini tanda kaktus berada lingkungan gelap dan lembab serta kekurangan sinar matahari.
Cara Mengatasi :
Tempatkan pot dan tanaman kaktus ditempat yang bersih dan kering, serta terkena banyak sinar matahari.
4. Bercak cokelat pada batang:
Penyebab:
Ini tanda katus diserang penyakit busuk batang.
Cara Mengatasi :
Semprot fungsida dosis rendah sesuai anjuran pemakaian, biasanya tertera pada kemasan fungsida yang bersangkutan.
5. Bercak seperti bulu-bulu putih di batang:
Penyebab:
Ini tandak kaktus diserang kutu putih.
Cara Mengatasi:
Semprotkan insektisida dosis rendah sesuai anjuran pemakaian, biasanya tertera pada kemasan obat yang bersangkutan.
6. Bercak berupa tonjolan kuning pada batang:
Penyebab:
Ini tanda kaktus anda diserang hama serangga,
Cara Mengatasi :
Segera semprotkan cairan insektisida dosis rendah sesuai anjuran pemakaian, biasanya tertera pada kemasan obat yang bersangkutan.
7. Busuk pangkal batang:
Penyebab:
Ini tanda lingkungan tumbuh kaktus telalu basah.
Cara Mengatasi : Ganti media tanam dengan media tanam yang bersifat forous hingga media tanam tidak mengandung air. Campuran media tanam yang baik tersusun dari 2 bagian tanah kebun, 2 bagian pasir kasar, dan 1 bagian gambut. Campuran ini memiliki drainase yang baik dan tidak mengeras ketika tidak disiram.
8. Busuk Akar
Penyebab:
Ini diakibatkan penyiraman yang berlebihan dan akar terlalu lama berada di dalam tanah yang basah dan tidak memiliki drainase yang baik.
Cara Mengatasi:
Buang kelebihan air yang menggenang, Ganti pot, ganti media tanam, potong akar yang menghitam, lembek dan akar yang mengering serta mati. Sediakan lubang di bagian bawah pot yang memadai untuk mengalirkan air.
9. Pembusukan pada sukulen
Penyebab:
Penyiraman terlalu cepat. Masalahnya kembali ke penyiraman. Ketika melakukan repotting, biasanya hobiis tanaman akan segera menyiram tanamannya agar media tanam akan segara menempel erat pada akar tanaman.
Cara Mengatasi:
Pada sukulen sebaiknya menunggu beberapa hari sebelum melakukan penyiraman. Biasanya sukulen baru disiram setelah 5-7 hari dari repotting. Ketika melakukan pemotongan jaringan sukulen yang terluka harus dibiarkan kering terlebih dahulu. Anakan hasil pemotongan harus dibiarkan kering terlebih dahulu sebelum ditanam dimedia.
![]() |
| Tanaman Kaktus Membusuk dan Mati |
10. Tanaman Kaktus Mendadak lembek lalu kering
Penyebab:
Ini tanda tanaman kelebihan pupuk terutama yang banyak mengandung Nitrogen
Cara Mengatasi :
Kurangi pemberian pupuk, gunakan pupuk yang tidak banyak mengandung nitrogen. Cotoh pupuk rendah nitrogen yang cocok untuk kaktus adalah 10-30-20 (angka 10 adalah kandungan nitrogen yang ada di dalam pupuk).
Demikialah 10 Penyebab kaktus dan sukulen hias sakit dan mati serta cara mengatasinya, semoga bermanfaat. Terimaksih sudah berkunjung di blog Aneka Peliharaan Hias ini.
Gambar: Koleksi Pribadi
Aneka-Peliharaanhias----Kita mengenal Tanaman Daun sirih, sebagai tanaman yang bermanfaat dan berkhasiat, Tanaman ini sering ditanam untuk dimanfaatkan baik sebagai obat maupun dijadikan tanaman hias.
Misalnya orang jaman dahulu percaya Daun sirih bermanfaat untuk kesehatan gigi, banyak orang tua mengunyah daun sirih untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut mereka, pun juga banyak lagi manfaat daun sirih lainnya untuk kesehatan.
Ada Tiga jenis Daun sirih ini yang dikenal dimasyarakat yaitu : Daun sirih Merah, Sirih Hitam dan Sirih Hijau.
Ada Tiga jenis Daun sirih ini yang dikenal dimasyarakat yaitu : Daun sirih Merah, Sirih Hitam dan Sirih Hijau.
1. Daun Sirih Merah
2. Daun Sirih Hitam
3. Daun Sirih Hijau
Kandungan Daun Sirih
Daun sirih tergolong sebagai tanaman yang mengandung banyak air. Sekitar 85-90% daun sirih terdiri dari air. Karena itulah daun sirih juga rendah kalori dan rendah lemak. Per 100 gram daun sirih hanya mengandung 44 kalori dan 0,4-1% lemak.
Menurut beberapa penelitian Daun sirih juga mengandung senyawa yang baik untuk tubuh dan kesehatan manusia. Di yakini kandunga antibiotiknya dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Selain itu, ada beberapa kandungan daun sirih yang sangat bermanfaat lainnya adalah:
Protein: 3 persen per 100 gram
Lodin: 3,4 mcg per 100 gram
Sodium: 1,1-4,6% per 100 gram
Vitamin A: 1,9-2,9 mg per 100 gram
Vitamin B1: 13-70 mcg per 100 gram
Vitamin B2: 1,9-30 mcg per 100 gram
Asam nikotinat: 0,63-0,89 mg per 100 gram.
Manfaat Daun Sirih
Beberapa Manfaat Daun Sirih untuk kesehatan yang dapat kita temukan selama ini antara lain :
1. Menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe 2
2. Menurunkan kolesterol dan tekanan darah
3. Penangkal kanker
4. Mempercepat penyembuhan luka bakar
5. Membantu menurunkan depresi
6. Menjaga kesehatan mulut dan gigi
7. Membantu Menjaga dan memelihara saluran pencernaan
8. Meningkatkan energi dan vitalitas pria wanita
9. Mengobati mimisan
10. Obat radang prostat
11. Obat batuk
12. Untuk masalah organ kewanitaan.
13. Untuk perawatan kecantikan. dsb.
Anonim 12.18 CB Blogger Indonesia
Aneka-peliharaanhias----Tanaman hias Alokasi atau dalam bahasa Inggris di sebut Alocasia adalah genus tanaman keras rhizomatous berdaun lebar atau tuberous dari keluarga Araceae. Ada 79 spesies asli Asia tropis dan subtropis ke Australia Timur, dan banyak dibudidayakan di tempat lain.
Indonesia merupakan surganya spesies alokasia. Bayangkan dari 70 spesies, sekitar 50% terdapat di kawasan hutan di kepulauan Indonesia. Perjalanan menelusuri hutan-hutan di kepulauan Indonesia merupakan suatu keasikan tersendiri hingga mendapatkan spesies-spesies Araceae terutama dari genus alokasia. Bentuk dan warna daunnya yang mencolok dan sering memberikan kilau bila terkena siran matahari, sungguh sangat memesona diantara hamparan dan rimbun tanaman lain di kedalaman hutan alam indonesia.
Urat dan corak daun alokasia berbeda dan unik pada setiap jenisnya. Ada yang berwarna keperakan, berbentuk daun singkong, tengkorak, kano, atau mirip tokek karena belang-belang. Alokasia eksotis cocok dipakai sebagai tanaman indoor alias dalam ruang.
Terdapat sekitar 70 spesies alokasia yang tumbuh di Asia dan Amerika Selatan. Beberapa jenis alokasia contohnya Loterbachiana metallica dari Papua, A. Caprea atau keladi tengkorak, Black Velvet, A. Chaii dari Malaysia, Nebula elaine dari Kalimantan, serta alokasia perak dari Serawak. Beberapa hutan Indonesia dikenal sebagai habitat asli alokasia. Salah satu alokasia asli Indonesia adalah Alokasia suhirmaniana.
Alokasia suhirmaniana diperkirakan akan menjadi tren mendatang. Dra. Yuzammi, M.Sc, pembudidaya Alokasia suhirmaniana dari Kebun Raya Bogor (KRB) ini menemukan tanaman tersebut di hutan Sulawesi.
Alokasia temuannya ini mempunyai daun yang sangat khas. “Bentuknya seperti keladi hias, di bagian bawah warna daun ungu kehitaman, sedangkan di bagian atas hijau tua dengan tulang daun berwarna keperakan. Ini adalah jenis baru dan berbeda dengan yang lain,” papar Ami yang memberi nama alokasianya berdasarkan nama mantan Kepala Kebun Raya Indonesia, Dr. Ir. Suhirman, yang banyak memberi dukungan kepada para peneliti untuk meneliti tumbuhan keluarga Araceae dan mempublikasikan temuan spesies alokasia baru asli Indonesia di forum internasional.
Saat ini, alokasia yang menyukai tempat teduh ini menjadi tanaman yang banyak diincar para pehobi. “Ada yang dihargai per daun, mulai Rp 50 ribu hingga Rp 1,5 jutaan,” jelas Ny. Bambang dari Kesuma Flora.
Perkembangbiakan alokasia dari umbi-umbi kecil seperti bawang yang akan menjadi anak. Begitu tumbuh daun dia akan memisahkan diri dari induknya. Perbanyakan dengan setek yaitu memotong batang tepat di bawah daun yang paling tua. Kemudian membenamkan batang yang terpotong ke dalam air. Beberapa hari akar akan muncul.
MORPOLOGI
Secara umum alokasia memiliki bagian-bagin tumbuhan yang terdiri dari; akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.
Akar
Pada tanaman alokasia akan tumbuh pada batang atau rhizome yang berada di dalam tanah. Umumnya akar-akar itu berwarna putih atau krem atau kecokelatan. Akar menyerabut terutama pada bagian pangkal batang atau rhizomenya.
Batang
Ada dua tipe batang pada alokasia. Tipe pertama, batang yang berada di atas permukaan tanah, biasanya tegak (misalnya Alokasia macrorrhizos) atau agak melengkung (misalnya pada Alokasia megawatie).Tipe yang kedua adalah batang yang berada di dalam permukaan tanah yang terkadang dijuluki juga sebagai rhizome.
Daun
Daun pada alokasia terdiri atas tangkai daun, pelepah daun dan helaian daun. Jumlah daun bervariasi, mulai dari 1 sampai dengan lebih dari 10 daun dalam satu tanaman. Tangkai daun kebanyakan berwarna hijau, tetapi variasi warna banyak ditemukan, misalnya pada kelompok Alocasia cuprea dan Alokasia longiloba. Pada beberapa spesies memiliki tangkai daun berbulu, mulai dari berbulu sangat halus seperti bludru (misalnya Alokasia suhimaniana) sampai dengan berbulu tebal (misalnya Alocasia puber).
Pelepah daun terdapat pada tangkai daun sebelah bawah bentuknya terkadang lurus ataupun melengkung. Fungsi dari pelepah daun ini adalah untuk melindungi calon daun muda pada stadium awal. Helaian daun alokasia sengat beragam bentuknya. Mulai dari yang berbentuk ujung tombak sederhana sampai tameng terkoyak-koyak yang membentuk helaian anak daun, seperti Alocasia portei.
Pelepah daun terdapat pada tangkai daun sebelah bawah bentuknya terkadang lurus ataupun melengkung. Fungsi dari pelepah daun ini adalah untuk melindungi calon daun muda pada stadium awal. Helaian daun alokasia sengat beragam bentuknya. Mulai dari yang berbentuk ujung tombak sederhana sampai tameng terkoyak-koyak yang membentuk helaian anak daun, seperti Alocasia portei.
Bunga
Perbungaan paa kebanyakan Aracea terdiri atas dua bagian penting yaitu seludang atau 'spathe' (biasanya dengan bentuk dan warna yang atraktif) dan tongkol atau 'spandix' (bagian yang menjulang). Pada tongkol inilah tersusun baik bunga jantan maupun bunga betina. Bunga betina selalu berada di bagian bawah, dekat dengan tangkai bunga dan bunga jantan berada di atasnya.
Bunga alokasia termasuk ke dalam bunga primitif. Dikatakan demikian karena baik bunga jantan maupun bunga betinanya masih dalam bentuk telanjang, tidak ada kelopak bunganya atau bagian pelindung bunga. Bunga ini berjumlah puluhan, berbentuk agak membulat yang disebut ovary dengan bakal buah berada di dalamnya. Pada baigan atas berbentuk seperti bintang yang disebut stigma atau kepala putik. Tangkai putik berada di antara ovary dan stigma.
Pada bunga jantan terdiri atas kumpulan benang sari (stamen) yang menyatu, dinamai synandia. Setiap stamen mengandung tangkai sari (filament) dan kepala sari (anther) dan dua kantong sari. Setiap kantong sari selalu mempunyai dua kantong serbuk sari (pollen). Diantara bunga betina dan bunga jantan terdapat zona steril. Di atas bunga jantan biasanya diakhiri dengan bagian yang steril, disebut appendix.
Buah dan Biji Alokasia
Pada tanaman hias Alokasia biasanya buah akan terbentuk apabila telah terjadi penyerbukan. Penyerbukan paa alokasia biasanya dibantu oleh polinatornya seperti serangga. Kematangan bunga betina dan bunga jantan tidak pernah bersamaan, walaupun mereka berada dalam satu tongkol. bunga betina biasanya akan matang terlebih dahulu, yang ditandai dengan keluarnya lendir pada bagian kepala putik. Disaat itulah betina siap untuk dibuahi.
Setelah masa kematangan bunga betina usai, barulah bunga jantan mulai matang, ditandai dengan keluarnya serbuk sari (pollen). Supaya bunga betina dapat menghasilkan buah, maka dibutuhkan lebihdari satu perbungaan yang matang pada saat yang bersamaan. Dalam masa menunggu buah sampai matang, maka buah tersebut akan dilingdungi oleh seludang bagian bawah. Sedangkan seludang bagian atasnya akan mengering berikut dengan tongkol sebelah atas dan lama kelamaan akan copot.
Apabila buah telah matang, maka seludang akan membuka akan terlihat susunan buah yang berwarna merah atau orange, siap menunggu pendistribusinya datang. Di duga pendistribusi buah pada alokasia adalah burung. Di dalam buah tersebut terdapat beberapa biji.
BEBERAPA SPESIES ALOKASIA
Alokasia Natural original
1. Alokasia Alba Schott
2. Alokasia Lauterbachiana
3. Alokasia suhirmaniana
4. Alokasia Flemingiana
5. Alocasia megawatie
6. Alocasia macrorrhizos
7. Alocasia longiloba Miq. 'longiloba'
8. Alocasia longiloba Miq. 'denudata'
9. Alocasia longiloba Miq. 'putzeysii'
10. Alocasia longiloba Miq. 'Watsoniana'
11. Alocasia longiloba Mig. 'thibautiana'
12. Alocasia portei Schott
13. Alocasia reginula
14. Alocasia cucullata
15. Alocasia balgooyi
16. Alacasia princeps
17. Alocasia sanderiana
18. Alocasia cuprea
19. Alocasia micholitziana Sander
20. Alocasia clypeolata
21. Alocasia robusta
22. Alocasia inornata
23. Alocasia infernalis
24. Alocasia ridleyi
25. Alocasia reginae linden
26. Alocasia wongii
27. Alocasia broncifolia (Schott)
28. Alocasia triangularis
29. Alocasi plumbea
30. Alocasia macrorrhizos
31. Alocasia reversa N.E. Br.
Alokasia Hibrida
1. Alocasia ' batu'
2. Alocasia william hibrid
3. Alocasia william hibrid
4. Alocasia x Amazonica
5. Alocasia mirror face hibrid
6. Alocasia macrorrhizos "lutea"
7. Alocasia 'silver'
8. Alocasia 'dragon scale'
9. Alocasia 'mark campbell'
10. Alocasia black widow variegata
11. Alocasia 'zebra'
12. Alocasia hybrid longiloba
13. Alocasia 'purple price'
14. Alocasia hijau keabuan
15. Alocasia abu metalik
16. Alocasia Sanderiana 'polly'
18. Alocasia 'sintang'
19. Alocasia 'ninja'
20. alocasia 'Hijau tua kebiruan'
21. Alocasia 'awan variegata'
Selain spesies Alokasia tersebut, ternyata masih banyak lagi jenis lainnya yang menurut hasil pengamatan penulis dari berbagai sumber, masih belum terindentifikasi, baik yang berwarna mencolok hingga berwarna gelap dan berdaun lebar.
Alokasia Mengapa Tiba-tiba Mati
Alokasia termasuk tanaman yang tidak rewel dan tahan banting. Tidak seperti anggrek yang membutuhkan kesabaran tinggi saat merawatnya. Sedangkan alokasia yang penting syarat hidupnya terpenuhi seperti tanah harus porous dan tidak boleh terlalu padat.
Seperti tanaman lain, alokasia mengalami masa dorman, yaitu tiba-tiba tanaman mengering, lalu lenyap dari permukaan tanah. Untuk mengatasinya, sebaiknya setiap 6 bulan sekali media tanam harus diganti.
Penyebab dorman macam-macam, antara lain, media tanam memakai tanah hingga akar sulit menembus. Kondisi media pun harus basah jangan kering.
Medianya yang biasa dipakai pakis, kompos daun bambu, kotoran sapi dengan perbandingan 1:1:1. Tak harus ditanam di pot, alokasia bisa tumbuh dengan baik di halaman karena aslinya memang tumbuh di hutan.
“Hanya saja hati-hati dengan penyakit seperti sarang laba-laba (millibug) atau kabut tipis. Sebaiknya daun dicuci atau dilap bersih dengan detergen. Tapi kalau sudah masuk ke dalam daun harus segera dibuang semua. Karena lama-lama daunnya akan berwarna kuning. Bisa juga disemprot dengan cairan pembasmi.”
Tidur Singkat
- Pada masa dorman atau “tidur”, umbi alokasia tetap membesar meskipun daun tidak mau keluar.
- Dorman bisa terjadi sampai satu tahun. Tapi begitu “bangun” tanaman akan mengeluarkan banyak daun.
- Saat terjadi dorman, diamkan saja tanaman, jangan dikorek-korek karena akan menimbulkan kebusukan.
- Kurangi penyiraman, lembapkan di tempat lembap. Siram seminggu sekali agar tidak busuk umbinya.
- Jika perawatan bagus, tanaman tidak akan mengalami dorman. Biasanya karena kebanyakan penyiraman sedangkan panasnya kurang.
Demikianlah tentang mengenal beberapa tanaman hias alokasia yang banyak sekali ragam jenis dan spesiesnya. Semoga bermanfaat. termakasih sudah berkunjung ke blog Aneka-Peliharaan-Hias ini.




























